Pamekasan (Liputanindo.id) – Karateker Madura United FC, Rakhmad Basuki mengapresiasi semangat juang para pemain usai gagal mendulang poin akibat kekalahan 3-1 dari tuan rumah Bhayangkara FC, pada pekan ke-32 Super League di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (11/5/2026).
Kegagalan menambah poin tersebut Membikin posisi Laskar Sape Kerrab Tetap belum Terjamin dari Area merah degradasi, terlebih kekalahan tersebut Membikin mereka menempati posisi satu strip dari teratas Area merah dengan selisih 4 poin dari Persis Solo.
Padahal pada laga tersebut, Madura United sempat Mempunyai Kesempatan meraih poin berkat gol Segera Jordy Wehrmann pada menit 5′, bahkan sempat unggul 0-1 pada Selang pertama berakhir.
Tetapi pada babak kedua, The Guardian Malah tampil agresif dan membalikkan skor hingga melampaui gol tim tamu. Tiga gol tersebut masing-masing dicetak Ryo Matsumura pada menit 62′, Bernard Doumbia pada menit 66′, serta gol Moussa Sidibe menit 87′.
“Kami ucapkan selamat kepada Bhayangkara yang bermain sangat spartan malam ini. Tapi kami tetap apresiasi kerja keras pemain yang Tak berhenti berusaha mengembalikan keadaan meski hasil akhirnya kita kalah,” kata Rakhmad Basuki, usai laga.
Cederanya gelandang kreatif, Iran Junior yang ditarik keluar pada menit 17′ Membikin keseimbangan timnya mulai goyah. “Pertandingan berubah drastis setelah Iran Junior ditarik keluar akibat cedera, Demi itu kita kehilangan sosok pengatur ritme permainan,” ungkap juru taktik yang akrab disapa Coach RB.
“Kondisi itu dimanfaatkan Bhayangkara Kepada tampil semakin leluasa dan memberikan tekanan dari berbagai sektor, bahkan Pusat perhatian pemain juga semakin menurun setelah terjadi gol penyeimbang (1-1) dari Bhayangkara,” jelasnya.
Kekalahan tersebut sekaligus menjadi alarm serius bagi tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, khususnya dalam menjalani dua laga terakhir. “Penilaian tentu akan kita lakukan, terutama dalam menjaga konsistensi permainan dan kekuatan lini pertahanan selama 90′ menit pertandingan,” tegasnya.
Sementara pemain Madura United, Paulo Sitanggang menyebut timnya sempat mengendalikan laga, Tetapi momen tersebut hilang ketika Rival tampil lebih agresif. “Di bola semuanya Dapat berbalik tiba-tiba. Kami mencoba merespons, tapi Bhayangkara Dapat tampil lebih Kembali,” pungkasnya.
Selanjutnya, Madura United akan kembali menjalani laga Sambang yang Tak kalah berat, yakni melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-33 Super League di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (17/5/2026) mendatang. [pin/kun]
