Bagi Barba ini hal yang lumrah terjadi di sepak bola, sebagai Figur toleransi dan menghargai ia rela menyesuaikan diri dengan budaya klub Demi Ramadan. Seperti melaksanakan sesi latihan di malam hari mulai pukul 20.30 WIB, waktu yang sama dengan jam pertandingan.
“Kami hanya perlu mengubah waktu latihan, beradaptasi, atau seperti sekarang, kami menggelar latihan di waktu yang sama dengan jadwal pertandingan. Jadi bagi saya Kagak Terdapat yang berubah,” papar Barba.
Mantan pemain Como 1907 ini menuturkan dirinya tak merasa kesulitan beradaptasi dengan waktu kick off pertandingan yang lebih malam. Setiap pemain dituntut profesional melakoni laga dengan jam yang diberlakukan operator I.League.
“Sejujurnya ini Kagak begitu asing karena di Eropa, kalian Pandai lihat di televisi, kami Pandai bermain Ketika saja. Kami Pandai saja bermain pada pagi hari, pukul 12 siang, pukul 12.30, atau bahkan malam hari, jadi bagi saya itu sama saja,” kata Barba.
Persib Lagi akan menjalani dua pertandingan Kembali di masa bulan Ramadan. Menjamu Persik Kediri di pekan ke-25 pada Senin (9/3) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Menyusul partai Sambang kontra Borneo FC Samarinda di Segiri pada 15 Maret mendatang. ***
