Empat personel TNI didakwa siram Andrie Yunus Buat beri “Dampak jera”

Empat personel TNI didakwa siram Andrie Yunus untuk beri

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) didakwa menyiram air keras kepada Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Buat memberikan pelajaran dan “Dampak jera” agar Kagak menjelek-jelekan institusi TNI.

Keempat terdakwa dimaksud, yakni Sersan Dua Edi Sudarko, Letnan Satu (Lettu) Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetya, serta Lettu Sami Lakka.

“Para terdakwa menilai Kerabat Andrie Yunus telah melecehkan institusi TNI bahkan menginjak-injak institusi TNI,” ujar Oditur Militer Letnan Kolonel Corps Hukum (Chk) TNI Muhammad Iswadi pada sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu.

Oditur militer menjelaskan sikap Andrie yang dinilai para terdakwa telah melecehkan institusi TNI itu terjadi pada 16 Maret 2025 Begitu Andrie memaksa masuk dan melakukan interupsi kala penyelenggaraan rapat revisi Undang-Undang TNI di Jakarta.

Sikap lainnya yang Membangun para terdakwa kesal, Adalah Begitu Andrie menggugat UU TNI ke Mahkamah Konstitusi (MK), menuduh TNI mengintimidasi atau melakukan teror di kantor KontraS, dan menjadi dalang atau aktor tragedi kerusuhan akhir Agustus 2025, serta gencar melancarkan narasi antimiliterisme.

Dengan demikian, oditur militer menilai perbuatan para terdakwa, yang telah merencanakan Buat melakukan penyiraman menggunakan air keras terhadap Andrie, yang diketahui cairan kimia tersebut dapat mengakibatkan luka bakar berat, merupakan perbuatan yang Kagak Layak dilakukan Personil TNI.

Atas perbuatannya, keempat terdakwa terancam pidana yang diatur dalam Pasal 469 ayat (1) atau Pasal 468 ayat (1) atau Pasal 467 ayat (1) juncto ayat (2) jo. Pasal 20 huruf C Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional.

Oditur militer menjelaskan kejadian bermula pada 9 Maret 2026 Begitu Edi dan Budhi Berjumpa Buat mengobrol Normal terkait kehidupan pribadi serta kedinasan.

Di tengah obrolan, Edi menyampaikan video viral Begitu Andrie memaksa masuk dan menginterupsi sidang rapat revisi UU TNI berjalan, kepada Budhi.

Kemudian pada 11 Maret 2026 Begitu keempat terdakwa Berjumpa, Edi menceritakan kekesalannya kepada Andrie karena telah memaksa masuk ruangan rapat pembahasan revisi UU TNI dan menilai Andrie telah menginjak-injak institusi TNI karena telah menggugat UU TNI ke MK.

Selain itu, Andrie juga dinilai Edi telah menuduh TNI mengintimidasi atau melakukan teror di kantor KontraS dan dianggap menjadi dalang atau aktor tragedi kerusuhan akhir bulan Agustus 2025.

Andrie juga dipandang gencar melancarkan narasi antimiliterisme sehingga Edi sempat Berbicara Ingin memukul Andrie sebagai pelajaran dan Dampak jera.

Akan tetapi, disebutkan bahwa Budhi menyarankan agar Andrie Kagak dipukuli, tetapi disiram saja dengan cairan pembersih karat.

Pada mulanya, Edi mengatakan Ingin menyiram Andrie sendirian, Tetapi Nandala pun mengajak Buat menyiram Andrie secara Serempak-sama.

“Selanjutnya, Edi mencari informasi melalui mesin pencarian Google terkait kegiatan Andrie, di mana hasilnya aktivis KontraS itu Mempunyai kegiatan acara rutin, yakni acara Kamisan di Monas,” ucap oditur militer.

Pada 12 Maret 2026, oditur militer mengungkapkan para terdakwa berangkat ke Monas, Tetapi Kagak menemukan keberadaan Andrie.

Kemudian, para terdakwa melanjutkan mencari Andrie ke tempat lain dan sesampainya di daerah Tugu Tani, Edi dan Budhi berpisah dengan Nandala dan Sami.

Nandala pun Menyantap Andrie sedang naik sepeda motor Corak kuning keluar kantor Yayasan Lembaga Sokongan Hukum Indonesia (YLBHI) dan melaporkan kepada terdakwa lainnya.

Selanjutnya Edi dan Budhi langsung mengikuti Andrie, sedangkan Nandala dan Sami mengikuti dari belakang.

Betul di persimpangan Jalan Salemba I dan Jalan Talang Jakarta Pusat, sepeda motor Edi dan Budhi kemudian berjalan melawan arah menuju sepeda motor Andrie.

Pada Begitu sepeda motor Budhi memperlambat kecepatan Sembari menunggu Andrie mendekat, oditur militer menyebut Edi langsung menyiramkan cairan kimia tersebut ke bagian tubuh Andrie pada Begitu berpapasan, yang juga mengenai Edi.

Edi pun langsung menjatuhkan botol berisi cairan keras dan langsung meninggalkan Letak kejadian lurus ke arah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sedangkan Nandala dan Sami mengendarai motor ke arah jalan Pramuka menuju mes Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Sementara itu, oditur militer mengatakan Sekeliling 20 meter dari tempat kejadian perkara (TKP), Andrie merasa kepanasan akibat reaksi dari cairan kimia yang disiram kepadanya hingga Andrie langsung menjatuhkan sepeda motornya guna berteriak meminta tolong Sembari meletakkan tas serta membuka jaket dan baju yang digunakannya Begitu itu.

“Kondisi Kerabat Andrie Yunus sudah merah seperti darah sehingga masyarakat di Sekeliling membantu dengan memberikan air mineral, selanjutnya Begitu itu Andrie mencuci wajahnya,” kata oditur militer menambahkan.