Urgensi Memajukan harga BBM ini saya perkirakan terkait dengan strategi pemerintah dalam mempertahankan nilai Ubah rupiah terhadap dolar AS serta mengatasi tekanan APBN yang terjadi akibat pelemahan rupiah tersebut
Jakarta (ANTARA) – Berbagai peristiwa ekonomi diberitakan Kantor Informasi ANTARA pada Jumat (12/6), mulai dari penguatan rupiah hingga masuknya modal asing ke SRBI dan SBN yang mencapai Rp19,02 triliun pascakenaikan BI-Rate.
Berikut rangkuman Informasi ekonomi kemarin yang layak disimak pada Sabtu ini.
Rupiah menguat dipicu kombinasi sentimen domestik
Nilai Ubah (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore menguat 129 poin atau 0,71 persen menjadi Rp17.860 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.989 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen domestik yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap fiskal.
Baca selengkapnya di sini.
BI: Rupiah Maju menguat pascakenaikan BI-Rate jadi 5,5 persen
Bank Indonesia (BI) menyatakan nilai Ubah rupiah terhadap dolar AS Maju mengalami penguatan dan Ketika ini kembali berada di Dasar level Rp18.000 per dolar AS, pascakenaikan Etnis Kembang acuan (BI-Rate) menjadi 5,5 persen.
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan, yakni kenaikan BI-Rate serta penguatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).
Baca selengkapnya di sini.
IHSG menguat ikuti bursa Mendunia dipicu sinyal perdamaian AS-Iran
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Dampak Indonesia (BEI) pada Jumat, bergerak menguat mengikuti bursa saham Mendunia, seiring optimisme pelaku pasar akan dilakukannya kesepakatan damai antara Amerika Perkumpulan (AS) dengan Iran.
IHSG dibuka menguat 74,38 poin atau 1,26 persen ke posisi 5.960,27. Sementara itu, Golongan 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 9,97 poin atau 1,70 persen ke posisi 596,81.
Baca selengkapnya di sini.
Pengamat nilai kenaikan harga BBM Kepada jaga kurs rupiah
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi bertujuan Kepada menjaga nilai Ubah rupiah terhadap dolar AS, serta mengatasi tekanan APBN.
“Urgensi Memajukan harga BBM ini saya perkirakan terkait dengan strategi pemerintah dalam mempertahankan nilai Ubah rupiah terhadap dolar AS serta mengatasi tekanan APBN yang terjadi sebagai akibat pelemahan rupiah tersebut,” ujar Bonti dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.
Baca selengkapnya di sini.
BI: Modal asing ke SRBI dan SBN Letih Rp19,02 T pascakenaikan BI-Rate
Bank Indonesia (BI) mencatat Aliran masuk modal asing (foreign inflows) ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp19,02 triliun pada 10 dan 11 Juni 2026 atau pascakenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen.
Secara rinci, inflow nonresiden ke SRBI dan SBN masing-masing tercatat sebesar Rp15,11 triliun dan Rp3,91 triliun.
Baca selengkapnya di sini.
