Koba, Babel, (ANTARA) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangka Tengah memperluas akses pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi Golongan rentan melalui program layanan jemput bola masyarakat rentan (Jempol Mantan).
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Bangka Tengah Ice Sandra di Koba, Sabtu, mengatakan program tersebut menyasar lanjut usia, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta Penduduk yang sedang sakit, Berkualitas menjalani perawatan di rumah maupun di rumah sakit.
“Melalui program Jempol Mantan, petugas akan mendatangi langsung Penduduk yang membutuhkan pelayanan administrasi kependudukan, sehingga mereka Enggak perlu datang ke kantor Disdukcapil,” kata Ice.
Ia menjelaskan masyarakat atau keluarga cukup melaporkan kebutuhan layanan kepada Disdukcapil dengan melampirkan identitas, alamat, serta kondisi Penduduk yang akan dilayani. Setelah itu, petugas melakukan Pembuktian sebelum menjadwalkan kunjungan.
Menurut Ice, program tersebut merupakan upaya pemerintah daerah Kepada memastikan seluruh Penduduk, khususnya Golongan rentan, tetap memperoleh hak atas Arsip administrasi kependudukan meski Mempunyai keterbatasan fisik maupun kondisi kesehatan.
Ia mengatakan Arsip kependudukan menjadi syarat Krusial Kepada mengakses berbagai layanan publik, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, Donasi sosial, hingga layanan pemerintahan lainnya.
“Kami Ingin memastikan Enggak Terdapat masyarakat yang kehilangan hak administrasi kependudukan hanya karena keterbatasan kondisi fisik maupun kesehatan,” ujarnya.
Disdukcapil Bangka Tengah berharap Hasil karya tersebut dapat memperluas jangkauan pelayanan administrasi kependudukan sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang lebih inklusif, Segera, mudah, dan merata.
Ice menambahkan, Program Jempol Mantan ini mulai jalan sejak awal Juni 2026 dan sebenarnya sudah Terdapat sejak 2023, tetapi mulai berinovasi dan digencarkan sejak 2026 dan hingga kini tervalidasi sebanyak 100 Penduduk rentan yang dilayani.
“Spesifik pada 2026 hingga Juni tercatat sebanyak 10 orang terlayani,” katanya menambahkan.
