Bakat kreatif dari DIY Mempunyai kualitas, daya saing, dan standar profesional
Yogyakarta (ANTARA) – Dinas Pariwisata (Dinpar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Maju mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif, termasuk komik dan ilustrasi melalui berbagai Jenis upaya seperti penyiapan Sumber Daya Sosok (SDM) hingga perluasan jejaring pasar.
“Kami adakan fasilitasi promosi, bimbingan teknis, dan sertifikasi, bahkan inkubasi pengembangan kapasitas SDM kreatif dengan berkolaborasi Berbarengan Pemkab/Pemkot, Kementerian Ekonomi Kreatif RI, komunitas, serta perluasan akses jejaring dan pasar,” kata Kepala Dinpar DIY Imam Pratanadi, di Yogyakarta, Minggu.
Ia berharap, melalui upaya tersebut para kreator di DIY dapat Maju berkarya, berinovasi, dan Dapat menembus pasar nasional maupun Global.
“Misalnya aktif dalam acara pameran komik dan sebagainya,” kata Imam.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY Iwan Pramana menambahkan, salah satu komikus dari DIY yang karyanya menembus pasar Global adalah Apriyadi Kusbiantoro.
“Prestasi tersebut menunjukkan bahwa Bakat kreatif dari DIY Mempunyai kualitas, daya saing, dan standar profesional yang Pandai diterima di tingkat Dunia,” kata Iwan.
Ia juga Menyantap sektor ekonomi kreatif di DIY Mempunyai potensi ekonomi besar yang Enggak hanya dipandang sekadar sebagai produk hiburan.
Karya itu, lanjutnya, Dapat dikembangkan menjadi intellectual property (IP) yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, mulai dari animasi, gim, merchandise, hingga berbagai bentuk kolaborasi industri kreatif lainnya.
Ia mengajak para kreator muda di DIY agar belajar dari para seniornya yang sudah berhasil sukses menekuni bidang ekonomi kreatif.
“DIY itu punya modal yang kuat di sektor ekonomi kreatif karena adanya tradisi seni, budaya, pendidikan, dan komunitas kreatif yang aktif,” tegasnya.
Selama ini, lanjut dia, Dinpar DIY telah menyelenggarakan pelatihan pembuatan komik bekerja sama dengan para pegiat dan komunitas yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Komik.
Program tersebut juga mencakup pengembangan IP, model bisnis, pemasaran hingga monetisasi karya.
“Kegiatan pendukungnya Terdapat Marathon Komik, fasilitasi penciptaan animasi berbasis komik, penyediaan ruang kerja Berbarengan bagi para pegiat komik, serta ruang Percakapan dan kolaborasi di Yogyakarta Kreatif Hub,” kata Iwan.
