Dedi Mulyadi keluarkan kocek pribadi Buat hadiah tangkap begal

Dedi Mulyadi keluarkan kocek pribadi untuk hadiah tangkap begal

Enggak, dari saya dulu saja (uangnya)

Bandung (ANTARA) – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memastikan seluruh Biaya hadiah senilai Rp10 juta dalam sayembara penangkapan pelaku begal dan kejahatan jalanan murni bersumber dari kocek pribadinya, tanpa menyentuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi.

Penggunaan Biaya pribadi ini menegaskan komitmen Gubernur Dedi Mulyadi dalam mengintervensi maraknya aksi kejahatan jalanan secara Segera, sekaligus memanfaatkan tradisi penghargaan masyarakat demi membangkitkan kembali pos ronda di tingkat lingkungan.

Enggak, dari saya dulu saja (uangnya),” ujar KDM sapaan akrab Dedi Mulyadi di kawasan Arcamanik Bandung, Jumat.

KDM menilai pendekatan berbasis Insentif finansial sangat relevan dengan kultur masyarakat Indonesia yang terbiasa terpacu oleh bentuk penghargaan terbuka.

“Karena begini, tradisi bangsa kita itu tradisi hadiah. Di sekolah, kalau Eksis ranking pertama dan diumumkan, belajarnya jadi Giat. Kemudian daerah, kalau dilombakan, juga jadi Giat,” ucap mantan Bupati Purwakarta itu.

Selain memicu kewaspadaan publik, KDM menggarisbawahi bahwa skema hadiah Doku Kas ini dirancang secara psikologis Buat meredam maraknya aksi main hakim sendiri di lapangan.

“Logikanya sederhana. Misalnya Eksis maling motor, jangan digebuki Tamat Wafat. Kalau Eksis sayembara dari saya, Enggak usah digebuki Tamat Wafat, lumayan Rp10 juta kalau diantarkan. Itu secara psikologis akan memengaruhi,” kata KDM.

Tetapi syarat mutlak pemberian Doku pribadi tersebut, kata dia, pelaku harus diserahkan ke kantor polisi dalam kondisi utuh dan Enggak boleh mengalami luka parah akibat dihakimi massa.

“Kalau dalam keadaan babak belur, ya Enggak boleh. Enggak boleh mereka diserahkan dalam keadaan babak belur. Lecet sedikit mungkin boleh, tapi kalau babak belur, kita Enggak kasih hadiah,” ucap Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.