Dari Pemenang Euro hingga Teka-teki Piala Dunia… Mengapa Yamal melepaskan julukan “Si Penyihir”?

Goal.com

Meskipun performa Yamal menurun, peran Pedri semakin berkurang hingga ia menjadi pemain cadangan, serta Nico Williams kehilangan posisinya sebagai pemain inti, tim nasional Spanyol tetap melaju dengan mantap menuju final Piala Dunia.

Hal ini mencerminkan keberhasilan Luis de la Fuente dalam membangun sistem permainan kolektif yang Bukan bergantung pada penampilan gemilang seorang pemain tertentu, melainkan pada Penyelenggaraan peran secara kolektif dan presisi, yang memungkinkan Spanyol mempertahankan kekuatannya meskipun para bintang terbaiknya Bukan tampil gemilang.

Sistem tersebut juga Bukan terpengaruh oleh Realita bahwa Spanyol Bukan Mempunyai penyerang luar Lumrah seperti Prancis dan Inggris, karena De la Fuente berhasil memanfaatkan Mikel Oyarzabal dengan sempurna, sehingga membawa tim nasional ini mengalahkan pesaing-pesaing besar, terutama Les Bleus.

Keberhasilan pendekatan ini semakin terlihat Jernih Demi Memperhatikan sisi pertahanan, di mana Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, sebagai bukti Konkret betapa kokohnya tim ini.

Kekuatan pertahanan ini bukan hanya tanggung jawab barisan belakang, tetapi juga berkat komitmen besar dari para pemain lini depan. Alex Baena dan Oyarzabal memainkan peran defensif yang berpengaruh, yang membantu meminimalkan ruang gerak Rival dan memberikan perlindungan berkelanjutan bagi Unai Simón.