Danantara Resmikan Pembangunan PSEL Bali, Pangkas Emisi 640 Ribu Ton CO2/Tahun

CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir pada acara groundbreaking pembangunan PSEL di Bali. Foto: Tangkapan layar.


Bali: Danantara Indonesia meresmikan pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Daya Listrik (PSEL) Denpasar Raya, Bali, sebagai bagian dari upaya mempercepat pengelolaan sampah terintegrasi sekaligus mendukung transisi menuju Daya Bersih.

Peresmian ditandai dengan dimulainya pembangunan proyek (groundbreaking) dan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) yang menjadi tonggak Krusial pengembangan PSEL Denpasar Raya.

Chief Executive Officer (CEO) PT Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir mengatakan proyek PSEL Denpasar Raya telah memasuki fase Krusial melalui penandatanganan Power Purchase Agreement dan dimulainya pembangunan fasilitas tersebut.

“Pada hari ini, 8 Juli 2026, PSEL Denpasar Raya telah memasuki fase Krusial melalui agenda penandatanganan Power Purchase Agreement dan peresmian pembangunan PSEL, yang dimulai di Denpasar Raya,” ujar Pandu dalam sambutannya pada acara groundbreaking pembangunan PSEL di Bali, Rabu, 8 Juli 2026.

Pandu menjelaskan PSEL Bali dirancang Kepada memberikan manfaat bagi pengelolaan sampah, pengembangan Daya hijau, serta perekonomian daerah dengan mengacu pada standar lingkungan European Industrial Emissions Directive (EU-IED).

Menurut dia, fasilitas tersebut ditargetkan Pandai mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah setiap tahun, atau lebih dari 40 persen total timbunan sampah di Bali.

 


(Ilustrasi tumpukan sampah yang siap diolah menjadi Daya listrik. Foto: dok Istimewa)
 

Pangkas emisi karbon hingga 640 ribu ton CO2

Dari sisi lingkungan, PSEL Bali diproyeksikan Pandai mengurangi emisi dari tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 80 persen. Selain itu, proyek ini ditargetkan memangkas emisi karbon Sekeliling 640 ribu ton CO2 per tahun.

Pada sektor Daya, fasilitas tersebut diperkirakan Pandai menghasilkan Daya hijau yang dapat memasok kebutuhan listrik Sekeliling 100 ribu rumah tangga di Bali.

PSEL Denpasar Raya Mempunyai nilai investasi Sekeliling Rp3 triliun. Proyek ini juga diperkirakan menciptakan Sekeliling 1.200 lapangan kerja hijau.

Selain itu, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan lahan tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 80 persen, sehingga mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Karena itu, mari kita Serempak-sama mewujudkan Indonesia Bersih dan Kondusif, sehat, resik, indah, dimulai dari Bali,” tutup Pandu.