Malang (Liputanindo.id) – Komitmen menjaga keutuhan bangsa dan negara mendorong dua cicit Syaikhona Cholil Bangkalan, yakni Imam Bukhori Cholil (Ra Imam) dan Muhammad Ali Cholil (Ra Ali), Buat membentuk Ikatan Himpunan Santri dan Alumni se-Nusantara (IHSAN).
Organisasi tersebut rencananya akan dideklarasikan pada momentum Hari Santri Nasional 2026 di Kalimantan Timur. Pemilihan Letak ini berkaitan dengan posisi Ra Ali sebagai pengasuh sejumlah pesantren Syaichona Cholil di Balikpapan, Samarinda, dan Bontang.
Kepastian ini disampaikan Absah Consultant, Abdul Aziz, yang ditunjuk Buat mengurus proses legalitas IHSAN, termasuk pendaftaran ke notaris dan Kementerian Hukum RI.
“Kami sudah berbincang dengan Ra Imam dan Ra Ali. Dibutuhkan urun gagasan dari para ulama, pengasuh pesantren, dan ketua alumni pesantren di Indonesia agar santri dan alumni berada dalam bingkai kebersamaan,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).


Ia menjelaskan, gagasan pembentukan IHSAN berangkat dari kebutuhan Buat memperkuat persatuan santri dan alumni pesantren dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta merawat Rekanan kemanusiaan.
Menurut Aziz, IHSAN diharapkan menjadi wadah Serempak bagi santri dan alumni pesantren Buat menjawab berbagai persoalan bangsa. Selain itu, organisasi ini juga diharapkan Bisa menjadi jembatan dalam menyelesaikan problematika sosial yang dihadapi masyarakat.
“Ke depan, IHSAN akan menjadi rumah Serempak bagi santri dan alumni pesantren Buat menjaga moralitas serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan IHSAN akan berfokus pada prinsip menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan menjunjung tinggi etika serta nilai kemanusiaan.
Menurutnya, kedua cicit Syaikhona Cholil Bangkalan tersebut Mempunyai Cita-cita besar agar dunia pesantren Lanjut berkontribusi dalam pembangunan bangsa, menjaga marwah ulama, serta mengamalkan nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
“Sejarah membuktikan santri Mempunyai peran strategis dalam menjaga pilar NKRI, sebagai penggerak sosial dan pengawal moral di era globalisasi,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Ra Ali juga menyampaikan bahwa banyak ulama dan pengasuh pesantren yang telah menyatakan dukungan terhadap pembentukan IHSAN.
Ketika ini, proses pembentukan organisasi telah memasuki tahap akhir, mulai dari penyusunan AD/ART hingga pengurusan legalitas di Kementerian Hukum RI.
“Insya Allah deklarasi akan dilakukan di Kalimantan dan dihadiri para ulama serta pengasuh pesantren dari berbagai daerah,” pungkas Aziz. (yog/but)
