Bus Jurusan Jawa Memilih Bertahan di Terminal Cicaheum Bandung

Sejumlah armada bus memutuskan belum beralih ke Terminal Leuwipanjang dan memilih tetap beroperasi di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jawa Barat. Langkah bertahan ini diambil para penyedia jasa transportasi meskipun kebijakan mengenai pengalihan layanan angkutan telah diterbitkan pemerintah setempat.

Berdasarkan pantauan pada Selasa (26/5), aktivitas transportasi di Terminal Cicaheum Lagi terlihat normal mengangkut penumpang ke berbagai daerah. Armada bus tetap melayani rute jarak pendek seperti Garut dan Tasikmalaya, hingga rute luar provinsi seperti Yogyakarta, Wonosobo, Solo, dan Surabaya.

Padahal, terminal tersebut direncanakan akan dialihfungsikan menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Rabu (27/5/2026). Terminal Cicaheum sendiri selama ini menjadi titik pusat perjalanan Krusial bagi Anggota Kota Bandung yang Ingin menuju Area timur Pulau Jawa.

Unsur belum adanya kejelasan mengenai hak-hak pihak terdampak di area terminal menjadi salah satu Argumen Penting para pekerja transportasi enggan berpindah tempat operasi.

“Gini, di sini kan bukan hanya Eksis bus yah, Eksis pedagang juga. Nah pedagang itu belum dapet kejelasan soal kompensasinya. Makanya, kita mah belum mau pihak ke Leuwipanjang karena kebijakannya juga belum Eksis kejelasan,” kata Safrudin, petugas bagian tiket terminal.

Pihak pengelola tiket juga menyatakan Lagi menunggu keputusan lebih lanjut dan kepastian regulasi dari pihak berwenang mengenai nasib para pedagang.

“Gini, di sini kan bukan hanya Eksis bus yah, Eksis pedagang juga. Nah pedagang itu belum dapet kejelasan soal kompensasinya. Makanya, kita mah belum mau pihak ke Leuwipanjang karena kebijakannya juga belum Eksis kejelasan,” ujar Safrudin.

Selain masalah kompensasi, penolakan pemindahan juga didasari oleh kekhawatiran mengenai pembengkakan biaya operasional yang harus ditanggung oleh awak bus.

“Di Leuwipanjang juga sama, a, Sunyi. Penumpangnya sedikit. Toh lewatnya mah nanti ke sini-sini juga, kan malah nambah Kembali buat biaya BBM-nya. Jadi kalau kata saya mah, kalau mau bikin kebijakan, sosialisasiin dulu yang matang, jangan ujug-ujug malah bikin aturan semaunya aja,” kata Yanto, seorang Anggota.