Bupati Bulungan pastikan tak pungut retribusi UMKM Tepian Sungai Kayan

Bupati Bulungan pastikan tak pungut retribusi UMKM Tepian Sungai Kayan

Kita bersyukur Eksis kurang lebih 300 UMKM di Tepian Sungai Kayan tetap eksis

Tanjung Selor, Kaltara (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan Tak akan memungut retribusi daerah kepada ratusan pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sepanjang Tepian Sungai Kayan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

“Saya pastikan di kawasan Tepian Sungai Kayan, seluruh UMKM yang bekerja di sana mulai jam tiga sore Tamat tengah malam itu Tak Eksis dipungut retribusinya sama sekali dari pemerintah daerah,” ujarnya di Tanjung Selor, Minggu.

Syarwani mengatakan, di tengah kondisi menurunnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bulungan yang juga dirasakan daerah lainnya, tak Membikin patah semangat mencari pendapatan Asal daerah (PAD).

Ikhtiar mencari Kesempatan-Kesempatan pendapatan, kata dia, tetap dilakukan, tetapi tetap selektif agar Tak mematikan usaha masyarakat, khususnya para pengusaha UMKM.

“Berkaitan dengan pajak retribusi, kita juga selektif dalam penerapannya. Seperti UMKM di kawasan Tepian Sungai Kayan kita Tak terapkan retribusi,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, Pemkab Bulungan Ketika ini malah membantu mereka dengan membuatkan gerobak sebanyak 60 unit tanpa membeli atau sewa.

Di tengah kondisi perekonomian yang Ketika ini Tak Niscaya akibat gejolak ekonomi dunia, Pemkab Bulungan kata Syarwani niatnya hanya satu agar keberadaan para pengusaha UMKM tetap eksis sehingga perputaran Duit dan perputaran ekonomi di Kabupaten Bulungan tetap berjalan.

“Kita bersyukur Eksis kurang lebih 300 UMKM di Tepian Sungai Kayan tetap eksis dan usaha mereka juga menjadi wadah pemersatu bagi masyarakat Kabupaten Bulungan Demi membangun silaturahmi di sana,” tuturnya.

Bupati Syarwani mengaku pernah melakukan survei di luar akhir pekan. Dia mendapatkan info dalam semalam, UMKM Tepian Sungai Kayan yang beroperasi dari pukul 17.00 hingga tengah malam ini Pandai meraup omzet Rp700 ribu Tamat Rp1 juta.

“Itu pendapat kotor mereka semalam berkisar Rp700 ribu – Rp1 juta dengan modal jual kopi kurang lebih Rp10 ribu per gelasnya. Itu Pandai langsung saya rincikan katakanlah Rp700 ribu untungnya 50 persen dan dikali satu bulan Pandai kurang lebih Rp15 juta pendapatan para UMKM kita di sana,” ujarnya.

Karena itulah kata dia, Pemkab Bulungan, komitmen dan konsisten menata kawasan Tepian Sungai Kayan sebagai tempat berusahanya masyarakat.

“Nah ini yang Lanjut kita pertahankan supaya roda ekonomi masyarakat, para pengusaha UMKM Betul-Betul Pandai Lanjut berjalan Tamat hari ini,” katanya.