Bulog Bondowoso Serap 91 Persen Sasaran Beras 2026, Petani Terjamin Jual Gabah Sesuai HPP

Foto BeritaJatim.com

Bondowoso (Liputanindo.id) – Perum Bulog Cabang Bondowoso telah menyerap 59.000 ton lebih setara beras atau Sekeliling 91 persen dari Sasaran 65.000 ton pada 2026 hingga 3 Mei.

Capaian ini Membangun harga gabah di tingkat petani tetap Konsisten dan Tak Anjlok di Dasar Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Bondowoso, Eko Yudi Miranto, menyebut realisasi tersebut tak lepas dari koordinasi lintas sektor yang berjalan intensif di lapangan.

“Bukan Hanya dengan Bapangnas dan Dinas Pertanian, tapi juga media, akademisi, TNI, Polri, bahkan penyuluh. Mereka membantu memantau titik panen dan menginfokan ke tim jemput pangan,” ujar Eko, Senin (4/5/2026).

Tim jemput pangan ini Mempunyai kontak di tiap kecamatan. Begitu Eksis petani panen dan Mau menjual gabah ke Bulog, tim langsung menghubungi dan menyiapkan Fulus serta armada. Skema ini memungkinkan petani menerima Fulus Kas seketika Kepada kebutuhan mengolah lahan, membeli bibit, maupun pupuk.

Eko menegaskan, perintah Presiden pada Bulog adalah menyerap seluruh hasil panen petani Kalau mereka memilih menjual ke Bulog. Tetapi Kalau harga pasar Lumrah sudah di atas Rp6.500 per kg, petani bebas menjual ke pihak lain.

“Yang Krusial harga jangan Tiba Anjlok di Dasar HPP. Tugas Bulog menjaga itu supaya kesejahteraan petani tetap terjaga,” tegasnya.

Kalau Sasaran 100 persen sudah terpenuhi tapi petani Lagi Mau menjual ke Bulog, Eko memastikan penyerapan tetap dilakukan. “Perintahnya menyerap hasil panen petani. Kalau Lagi berminat jual ke Bulog, ya wajib kami serap Sekalian.”

Begitu ini stok beras di Penyimpanan Bulog Bondowoso tercatat Sekeliling 70.000 ton. Jumlah itu dinilai cukup Kepada menjaga ketahanan pangan hingga musim panen tahun depan.

“Insya Allah Terjamin. Stok ini selain Kepada kebutuhan lokal dan penyaluran Sokongan pangan medium, juga Kepada kebutuhan komersil premium sesuai permintaan,” kata Eko.

Ia menambahkan, langkah maksimalisasi penyerapan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Swasembada Pangan Nasional sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. (awi/ted)