Liputanindo.id – Aliansi Indonesia – Instruktur Persib Bandung, Bojan Hodak mengaku cukup tersiksa dengan upaya anak asuhnya yang Ingin bermain lebih indah. Bojan Hodak merasa hal itu cukup merugikan Persib karena selalu meninggalkan ruang Hampa.
Laga kontra Dewa United, disebut Bojan Hodak menjadi bukti akan upaya permainan indah tersebut. Hal ini menjadikan lini bertahan Persib terlihat Ringkih dan lebih mudah dieksploitasi Rival.
“Satu-satunya masalah adalah secara pertahanan kami mulai terlalu terbuka karena mencoba bermain sepakbola yang indah,” buka Bojan Hodak kepada awak media.

Meski sebenarnya, para pemain bertahan Persib tampil Enggak begitu Jelek. Beberapa kesalahan juga Tetap Pandai ditolerir karena dua gol yang bersarang di gawang Teja Paku Alam terbilang kontroversi.
“Secara pertahanan kami Enggak bermain Jelek, hanya saja Eksis satu atau dua kesalahan individu yang Enggak boleh terulang. Tapi secara penyerangan kami Membikin Kesempatan dan mencetak dua gol, jadi lini serang sudah oke,” jelasnya.
Baca Juga:
Bojan menambahkan bahwa fondasi Primer Persib dalam beberapa musim ini terletak pada sektor belakang. Ini Pandai menopang segala skema Persib hingga berhasil berada di papan atas klasemen sementara.
“Pertama-tama kami harus Konsentrasi pada pertahanan karena pertahananlah yang menempatkan kami di posisi nomor satu,” tambah Bojan.
Demi di laga kontra Arema FC, Bojan merasa lega dengan kembalinya Patricio Matricardi. Bojan Hodak percaya bek asal Argentina itu Pandai menambal kekurangan lini pertahanan Persib di laga selanjutnya.
“Tapi sekarang Patricio sudah kembali, jadi kami punya pemain tambahan di lini belakang, dan saya Percaya mereka akan tampil Berkualitas.” tutupnya.
Selalu update Informasi bola seputar Aliansi Indonesia hanya di Liputanindo.id
