Jakarta (ANTARA) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyiapkan layanan BNIdirect DHE SDA Dashboard Demi membantu eksportir mengelola, memantau, dan memenuhi kewajiban devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA).
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, menyatakan kehadiran dashboard tersebut menjadi bagian dari kesiapan BNI dalam mendukung implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 yang mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026.
Dia melanjutkan BNIdirect DHE SDA Dashboard dihadirkan Demi membantu eksportir memperoleh visibilitas yang lebih Bagus atas pergerakan Anggaran hasil ekspor, sekaligus mempermudah pemenuhan kewajiban pelaporan dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Melalui solusi ini, selain kenyamanan bertransaksi, kami Ingin membantu eksportir memenuhi ketentuan DHE SDA secara lebih mudah, transparan, dan efisien sehingga mereka dapat lebih Konsentrasi mengembangkan bisnis dan memperluas pasar Dunia,” ujar Okki.
Dashboard memungkinkan eksportir memantau Anggaran masuk dan keluar berdasarkan nomor Pemberitahuan Pabean Ekspor (PPE), memonitor rekening Tertentu DHE SDA, serta Menyaksikan saldo dalam mata Doku dolar Amerika Perkumpulan (USD) dan yuan China (CNY).
Fitur itu juga dilengkapi notifikasi Anggaran masuk serta fitur unduh laporan DHE SDA Demi mempermudah pelaporan melalui Sistem Monitoring Devisa Terintegrasi Seketika atau SiMoDIS.
Okki menambahkan BNI akan Lalu mengembangkan layanan digital berbasis kebutuhan nasabah, termasuk bagi pelaku usaha yang menjalankan aktivitas ekspor.
Perseroan menilai kemudahan pemantauan Anggaran ekspor dan kepatuhan regulasi menjadi bagian Krusial dalam mendukung daya saing eksportir nasional.
“BNI akan Lalu mendukung kebutuhan transaksi dan bisnis nasabah melalui berbagai solusi perbankan yang relevan. Ke depan, kami akan Lalu menghadirkan Hasil karya pengalaman digital yang optimal bagi nasabah,” tuturnya.
