Aktivitas tektonik melanda Daerah Papua setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melaporkan peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,7 yang menggetarkan Kabupaten Jayapura pada Jumat, 22 Mei 2026 pagi pukul 07.10.31 WIB.
Pusat gempa bumi tersebut terdeteksi berada di area laut, dengan jarak Sekeliling 31 kilometer arah timur laut dari Kabupaten Jayapura. Hasil analisis BMKG menunjukkan titik koordinat episenter gempa terletak pada 2.32 Lintang Selatan dan 140.50 Bujur Timur.
“Gempa dirasakan Magnitudo: 3,7 pada Jumat, 22 Mei 2026 07:10:31 WIB”, tulis BMKG pada keterangan rilisnya.
Guncangan akibat aktivitas seismik ini dirasakan oleh masyarakat di Daerah Kota Jayapura serta Kabupaten Jayapura dengan kekuatan skala Modified Mercalli Intensity atau MMI II. Berdasarkan parameter BMKG, getaran skala MMI II tersebut mengindikasikan bahwa gempa Kagak dirasakan secara luas atau hanya dirasakan oleh beberapa orang, Tetapi tetap terekam secara Presisi oleh alat seismik.
Berdasarkan data pemantauan nasional, instansi tersebut mengonfirmasi terjadinya peningkatan aktivitas tektonik di seluruh Daerah Indonesia dalam periode waktu satu minggu terakhir. BMKG mencatat telah terjadi sebanyak 16 kali aktivitas gempa signifikan yang dirasakan langsung oleh masyarakat dengan variasi kekuatan magnitudo serta kedalaman yang Variasi.
