Ringkasan Informasi:
- Bima Sakti mengaku mendapat pengalaman baru Ketika menangani Persela Lamongan pada musim 2025/2026.
- Ia harus membangun kembali motivasi dan kepercayaan pemain yang sempat menurun akibat dinamika internal klub.
- Dukungan manajemen melalui pembayaran gaji dan bonus Pas waktu menjadi salah satu Elemen kebangkitan tim.
- Bima juga belajar menangani pemain senior dan mengelola skuad profesional di tengah kompetisi yang sedang berjalan.
Lamongan (Liputanindo.id) – Musim pertama Berbarengan Persela Lamongan memberikan pengalaman berharga dalam karier kepelatihan Bima Sakti.
Meski baru bergabung pada paruh musim kompetisi 2025/2026, mantan Instruktur Timnas Indonesia itu mengaku mendapatkan banyak pelajaran baru yang belum pernah ditemuinya selama meniti karier kepelatihan.
Bima datang ke Lamongan pada akhir Desember. Ketika itu tim sedang berada dalam situasi yang Kagak ideal akibat dinamika yang terjadi di internal manajemen. Dampaknya mulai dari menurunnya motivasi pemain hingga munculnya keraguan terhadap kondisi klub dan manajemen.
“Yang Niscaya Kagak mudah. Saya Tetap ingat Rontok 28 Desember saya datang, kemudian Rontok 30 mulai latihan. Saya pikir itu enggak Terdapat di pelajaran kursus kita dari mulai lisensi C Tamat A Pro,” kata Bima, Jumat (12/6/2026).
Menurut juru taktik Natalis Balikpapan itu, kondisi yang dihadapi di Persela Ketika itu menuntutnya membangun kembali kepercayaan dan mentalitas pemain dari titik yang rendah.
“Biasanya kita diajarkan bagaimana memaintain sebuah tim. Tapi yang kemarin ini Betul-Betul saya mendapat satu ujian yang menurut saya berat. Karena motivasi pemain menurun, kemudian trust pemain terhadap manajemen juga waktu itu belum Paham bagaimana. Gaji juga belum Paham Lancar atau Kagak, jadi mereka banyak bertanya-tanya,” ujarnya.
Bima memilih pendekatan personal dan bertahap Buat mengembalikan semangat skuad Laskar Joko Tingkir. Seiring berjalannya waktu, kekhawatiran para pemain perlahan sirna karena dukungan manajemen yang dinilai sangat Bagus.
“Saya masuk dengan perlahan-lahan memberikan masukan dan arahan buat mereka sehingga mereka Terbangun. Rupanya apa yang mereka khawatirkan selama ini Kagak terjadi. Tim semakin Bagus, manajemen memberikan support yang luar Normal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bima mengatakan ketepatan pembayaran gaji dan bonus menjadi salah satu Elemen Krusial yang Bisa mengembalikan rasa percaya diri para pemain.
“Gaji yang mereka takutkan bakal terlambat, Rupanya Kagak pernah terlambat. Mereka selalu diberikan Pas waktu, bahkan bonus juga begitu. Setelah pertandingan, langsung dibayar. Artinya keringat belum kering sudah dibayar. Akhirnya mereka tumbuh rasa kepercayaan diri,” tutur Bima.
Selain belajar membangun kembali mentalitas tim, Bima juga mendapatkan pengalaman baru dalam mengelola skuad klub profesional. Berbeda dengan pengalamannya yang lebih banyak menangani tim nasional Golongan usia muda, di Persela Bima harus Segera beradaptasi dengan komposisi pemain yang sudah terbentuk di tengah kompetisi yang sedang berjalan.
“Yang pertama saya harus Dapat mengombinasi pemain-pemain yang sudah Terdapat. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Coach Aji yang sebelumnya memegang Persela. Bahkan sebelum hadir ke Lamongan saya sempat Berjumpa beliau Buat meminta saran dan masukan,” katanya.
Bima mengaku banyak mendapatkan dukungan dari para Instruktur yang pernah menangani Persela. Mereka menilai Persela sebagai tempat yang Pas Buat berkembang sebagai Instruktur karena dukungan yang diberikan klub sangat besar.
“Banyak Instruktur yang mantan Instruktur Persela men-support saya. Mereka bilang, kalau mau banyak belajar dan berkembang sebagai Instruktur, coba di Persela karena support-nya sangat luar Normal,” ujarnya.
Tantangan lain yang harus dihadapi Bima adalah memadukan pemain senior dengan pemain muda sesuai regulasi di tengah padatnya jadwal kompetisi.
“Apalagi saya mengenal mereka Ketika kompetisi sudah berjalan. Ini Kagak mudah, karena membangun tim itu harus Paham Watak pemain sejak awal. Sementara kami hanya latihan empat atau lima hari Lampau langsung kompetisi,” jelasnya.
Menurut Bima, pendekatan yang digunakan Buat menangani pemain senior juga berbeda dengan Ketika melatih Golongan usia muda.
“Kalau di junior mungkin kita lebih detail Buat hal-hal kecil. Tapi kalau di senior, mereka sudah dituntut oleh performanya. Saya pikir mereka sudah mengerti, sudah dewasa, dan Paham apa yang harus mereka lakukan,” katanya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Bima bersyukur mendapat dukungan dari para pemain senior dan legiun asing yang menjadi bagian Krusial dalam perjalanan Persela musim Lampau.
“Alhamdulillah di Persela Terdapat Hendro, kemudian Terdapat Titan yang sempat kami pinjam dari Bhayangkara, dan pemain-pemain asing juga sangat men-support. Sehingga kita Dapat berprestasi lebih Bagus di tahun kemarin,” pungkasnya. [fak/beq]
