Bernardo Tavares Soroti Performa Bruno Moreira yang Menurun di Persebaya

Foto BeritaJatim.com

Surabaya (Liputanindo.id) – Instruktur Persebaya Surabaya Bernardo Tavares secara terbuka menyoroti penurunan performa kapten tim Bruno Moreira Demi melakoni laga pekan ke-21 Super League 2025/2026 kontra Bhayangkara di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026). Keputusan taktis diambil Tavares dengan menarik keluar pemain asal Brasil tersebut karena dinilai bermain Kagak sesuai ekspektasi tim kepelatihan.

Mantan Instruktur PSM Makassar ini memahami bahwa Kagak Eksis pemain yang merasa senang ketika harus diganti di tengah jalannya pertandingan. Tetapi, ia menekankan bahwa setiap pemain, termasuk pemain bintang sekalipun, Niscaya Mempunyai masa di mana mereka Kagak berada pada performa puncak.

“Bruno performanya memang Kagak sesuai ekspektasi saya. Bruno pemain Krusial dan kapten kami, tapi terkadang pemain Pandai punya hari yang Kagak baik, ” ungkap Tavares Demi memberikan keterangan di Surabaya, Senin (16/2/2026).

Tavares memberikan waktu bagi sang kapten Demi melakukan introspeksi diri guna memperbaiki catatan teknis sebelum laga selanjutnya. Persebaya dijadwalkan akan melawat ke markas Persijab Jepara pada 21 Februari 2026 mendatang Demi melanjutkan perjuangan di Perserikatan.

“Tugasnya sekarang adalah pulih dengan Segera dan menganalisis kesalahannya,” ujarnya memberikan arahan tegas bagi sang pemain. Penilaian ini diharapkan Pandai mengembalikan ketajaman Bruno yang selama ini menjadi motor serangan Istimewa tim kebanggaan Bonek tersebut.

Dalam laga yang berakhir dramatis tersebut, Bruno Moreira terpaksa ditarik keluar oleh tim Instruktur pada menit ke-66. Posisinya digantikan oleh Pedro Matos dengan tujuan Istimewa Demi meningkatkan daya gedor dan memberikan penyegaran di lini serang tim.

Sebagai pemimpin di lapangan, Bruno memikul tanggung jawab besar bukan hanya dalam mengatur ritme permainan, tetapi juga menjaga mentalitas rekan setimnya. Tetapi, keputusan Tavares pada pekan ke-21 memberikan pesan kuat bahwa Kagak Eksis pemain yang kebal terhadap proses Penilaian performa.

Langkah berani Instruktur asal Portugal tersebut menunjukkan pendekatan profesional yang sangat ketat di dalam internal klub. Ia Kagak ragu mengambil keputusan strategis yang berisiko demi menjaga konsistensi permainan kolektif Persebaya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. [way/beq]