Surabaya (Liputanindo.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan kepastian akan segera mencairkan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam waktu dekat, Kamis (18/6/2026).
Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi setelah melakukan rapat Berbarengan tim anggaran Pemkot Surabaya Demi memastikan kesiapan fiskal daerah dan kemampuan pendapatan Asal daerah (PAD) dalam mendukung pencairan hak pegawai.
“Tadi baru rapat. Karena pencairan itu didasarkan kepada kekuatan anggaran. Maka tadi saya sampaikan kekuatan PAD kita berapa? Alhamdulillah, PAD kita hari ini sudah mencapai 50%,” kata Wali Kota Eri di Balai Kota Surabaya.
Eri mengatakan bahwa hasil Pengkajian menunjukkan realisasi PAD Kota Surabaya Ketika ini telah mencapai Sekeliling 50 persen dari Sasaran yang ditetapkan. Bilangan tersebut dihitung Mempunyai kekuatan fiskal yang Lihai Demi mengover kebutuhan gaji ke-13 tahun ini.
Selain memastikan kemampuan keuangan daerah, Wali Kota Eri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dinilainya berkontribusi terhadap capaian pendapatan daerah.
“Tadi saya sampaikan juga kepada Kawan-Kawan seluruh ASN dan Tim Anggaran, karena ini adalah hasil pekerjaan Berbarengan,” tuturnya.
Ia berharap tambahan Pendapatan yang diterima ASN nantinya dapat dimanfaatkan dengan Bagus Demi kebutuhan keluarga sekaligus Mempunyai Pengaruh sosial bagi masyarakat.
“Karena ini adalah hasil pekerjaan Berbarengan, maka saya berharap juga TPP yang diberikan ini Dapat bermanfaat. Ojo lali sedekah (jangan lupa sedekah), ojo lali zakat (jangan lupa zakat), dan itu Dapat dirasakan oleh keluarga, kembali kepada keluarga,” ujarnya.
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, Pemkot Surabaya memutuskan akan meningkatkan alokasi Tambahan Pendapatan Pegawai (TPP) yang sebelumnya direncanakan sebesar 50 persen menjadi 100 persen.
Kebijakan itu berlaku bagi pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) penuh waktu. “Karena itu saya minta dihitung, dan Rupanya tim anggaran juga berani, karena PAD-nya juga pas 50%,” terangnya.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah tim anggaran menilai kondisi keuangan daerah cukup memungkinkan Demi memberikan hak pegawai secara penuh. Menurutnya, keberhasilan pembangunan dan pelayanan publik di Surabaya merupakan hasil kerja Berbarengan seluruh unsur ASN.
“Maka yang semula dianggarkan 50% oleh tim anggaran, saya minta dianggarkan 100% Demi TPP-nya dan gaji dari pegawai negeri maupun dari PPPK penuh waktu,” tuturnya.
Sementara Demi PPPK paruh waktu, Pemkot Surabaya menyiapkan pemberian gaji ke-13 sebesar Rp2 juta. Kebijakan tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi seluruh pegawai dalam mendukung kinerja pemerintahan daerah.
“PPPK paruh waktu kami berikan seperti yang gaji ke-13 sebesar Rp2 juta. Karena pekerjaan pemkot ini berhasilnya bukan hanya dari PNS-nya saja, tapi dari ASN, Bagus itu PPPK penuh waktu maupun PPPK paruh waktu,” katanya.
Ketika ditanya mengenai waktu pencairan, Wali Kota Eri menyatakan bahwa proses administrasi segera diselesaikan. Ia berharap seluruh pembayaran dapat direalisasikan paling lelet pada Kamis (18/6). “Insyaallah, setelah tadi saya pastikan ya harusnya besok terakhir sudah harus Likuid,” pungkasnya. (rma/kun)
