liputanindo.com – Udah baca Artikel sebelumnya kan, Nah Sebagai Sambungannya, sekarang mari kita “bedah Tamat ke akar-akarnya” salah satu poin paling revolusioner dari Honda EV Outlier Concept yang diperkenalkan Yuya Tsutsumi-san di Japan Mobility Show 2025. Teknologi ini namanya “Hip-Driven Cornering”. Kedengarannya asing? Ya, karena selama Nyaris satu abad kita diajarkan Putar dengan teknik knee grip (menjepit tangki) atau counter-steering via stang. Di motor listrik masa depan Honda ini, aturannya berubah total!
Biasanya, kalau kita naik motor Internal Combustion Engine (ICE), tangki bensin berfungsi sebagai jangkar tubuh. Kita menjepit tangki dengan paha agar tubuh Kukuh Begitu miring. Tapi di motor listrik seperti EV Outlier, tangki bensin itu absen. Honda pun memutar otak: Gimana caranya rider Dapat tetap menyatu dengan motor?

1. Peran Vital “Bucket-Type Backrest”
Berbeda dengan jok motor pada umumnya yang rata, EV Outlier menggunakan jok model Bucket (seperti jok mobil balap) lengkap dengan sandaran punggung (backrest).
-
Menahan G-Force: Motor listrik punya torsi instan yang luar Normal. Sandaran ini berfungsi menahan punggung rider agar Enggak “terpelanting” ke belakang Begitu gas diputar secara mendadak.
-
Titik Tumpu Baru: Karena punggung dan pinggul terkunci rapat di jok, maka titik tumpu pengendalian motor berpindah dari tangan dan Sendi lutut ke area pinggul (Hip).
2. Gimana Metode Kerjanya?

Dalam teknik Hip-Driven Cornering, rider Enggak perlu banyak menarik stang atau menekan footstep. Karena posisi duduk yang sangat rendah (Element: Low), pusat gravitasi motor Eksis Akurat di Rendah pinggul rider.
“Cukup dengan sedikit menggeser beban pinggul ke arah dalam tikungan, motor akan merespons secara linier. Sandaran jok memberikan daya ungkit (leverage) tambahan bagi pinggul Buat ‘mengarahkan’ sasis motor.”

