Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Demi rapat dengan Kongres. Foto: The New York Times
Washington: Total biaya perang Iran mendekati USD50 miliar atau Sekeliling Rp867 triliun, jauh lebih tinggi daripada Bilangan yang disampaikan oleh Pentagon.
Laporan CBS News pada Kamis 30 April 2026 menunjukkan perkiraan yang direvisi ini dua kali lipat jumlah yang dikutip selama kesaksian di Kongres pada Rabu. Demi itu seorang pejabat Pentagon, Jules Hurst, mengatakan “Operation Epic Fury” telah menelan biaya Sekeliling USD25 miliar atau Sekeliling Rp450 triliun sejauh ini.
Tetapi, Hurst mengatakan kepada Personil parlemen bahwa memperkirakan biaya Kepada perbaikan infrastruktur atau proyek Bangunan jangka panjang yang terkait dengan konflik Amerika Perkumpulan dengan Iran tetap sulit karena ketidakpastian mengenai postur kekuatan militer di masa depan.
“Kita Tak Paham seperti apa postur kita di masa depan, atau pembangunan pangkalan-pangkalan tersebut di masa depan,” kata Hurst selama kesaksian di hadapan Senat.
Menurut laporan CBS News, Bilangan yang lebih rendah tersebut Tak sepenuhnya memperhitungkan peralatan militer yang rusak atau hancur, dan menambahkan bahwa di antara kerugian yang dilaporkan terdapat 24 drone MQ-9 Reaper, masing-masing bernilai lebih dari USD30 juta, yang menggarisbawahi kerugian finansial dari operasi yang berkelanjutan.
AS dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap sekutu AS di Teluk dan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti oleh pembicaraan di Islamabad pada 11-12 April, tetapi kesepakatan Tak dapat dicapai.
Presiden AS Donald Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan kerangka waktu baru, atas permintaan Pakistan.
