Bapanas prioritaskan beras SPHP ke pasar rakyat jaga stabilitas harga

Bapanas prioritaskan beras SPHP ke pasar rakyat jaga stabilitas harga

Jakarta (ANTARA) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memprioritaskan penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ke pasar rakyat sebagai langkah menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketersediaan beras di masyarakat.

“Penyaluran beras SPHP Lalu dilakukan dengan memprioritaskan pasar rakyat sebagai titik distribusi Primer,” kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan pasar rakyat menjadi prioritas Primer penyaluran beras SPHP karena menjadi barometer pergerakan harga beras di berbagai daerah.

Penyaluran beras SPHP pada dasarnya dapat dilakukan melalui delapan saluran distribusi, Tetapi pemerintah menempatkan pasar rakyat sebagai titik Primer Kepada menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Menurutnya, penyaluran melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) tetap diperbolehkan, tetapi distribusi ke pasar rakyat diprioritaskan agar intervensi pemerintah lebih efektif dalam mengendalikan harga.

Pasar rakyat dinilai menjadi acuan pemantauan perkembangan harga beras karena pergerakan harga di Posisi tersebut mencerminkan kondisi riil yang dihadapi masyarakat di berbagai Kawasan.

“Nah ini barometer pemantauan harga Mitra-Mitra BPS (Badan Pusat Statistik) tentu di sana. Ini mungkin menjadi prioritas kita,” tuturnya.

Bapanas juga mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan distribusi beras SPHP ke pasar rakyat yang belum terjangkau atau Lagi Mempunyai jumlah pedagang terbatas sehingga stabilisasi harga dapat berlangsung lebih merata.

“Minta Mitra-Mitra pemerintah daerah membantu, pasar-pasar yang mungkin belum terdistribusikan beras SPHP atau pedagangnya Lagi sedikit, ini mungkin Pandai dimaksimalkan,” terang Maino.

Bapanas mencatat realisasi penjualan beras program SPHP tahun 2026 yang periodenya dimulai Maret Tiba 29 Juni telah mencapai 393,4 ribu ton dari Sasaran nasional sebesar 828 ribu ton tahun ini. Capaian tersebut Lalu bergerak sesuai tahapan distribusi yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut Maino, realisasi tersebut Lagi berada pada jalur yang sesuai dengan Sasaran. Pusat perhatian berikutnya adalah memperkuat distribusi di Posisi yang memberikan Pengaruh paling besar terhadap stabilitas harga beras.

Adapun penyaluran beras SPHP dilakukan Perum Bulog melalui penugasan dari Bapanas. Penyaluran beras dilakukan dalam kemasan 5 kilogram dengan kualitas beras medium yang Mempunyai tingkat pecahan Sekeliling 25 persen serta kadar air 14 persen sesuai standar pemerintah.

Beras SPHP dijual sesuai dengan HET, Yakni Rp12.500 per kilogram Kepada Area 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram Kepada Area 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram Kepada Area 3 (Maluku, Papua).

Penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan pada 2026 dilakukan sepanjang tahun tanpa Jarak, berbeda dengan pola tahun sebelumnya yang bersifat berkala mengikuti kondisi puncak panen demi menjaga harga di tingkat petani.