ASPELUSI sebut Bonus pemerintah tumbuhkan industri pendukung EV

ASPELUSI sebut insentif pemerintah tumbuhkan industri pendukung EV

Ketika pemerintah daerah memberikan Bonus Konkret kepada pengguna kendaraan listrik, maka Dampak dominonya langsung terasa kepada industri pendukung, khususnya sektor SPKLU,

Jakarta (ANTARA) – Ketua Biasa Asosiasi Pemilik SPKLU Swasta Indonesia (ASPELUSI) Anthony Utomo mengatakan, dukungan Bonus dari pemerintah daerah membantu menumbuhkan industri pendukung ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV), salah satunya pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Biasa (SPKLU).

Ia menuturkan, dukungan pemerintah daerah melalui pembebasan pajak daerah dan relaksasi kebijakan ganjil genap Buat kendaraan listrik merupakan sinyal positif yang dapat mempercepat pertumbuhan investasi pembangunan SPKLU.

“Ketika pemerintah daerah memberikan Bonus Konkret kepada pengguna kendaraan listrik, maka Dampak dominonya langsung terasa kepada industri pendukung, khususnya sektor SPKLU,” ucap Anthony Utomo dalam keterangan Formal yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia juga menilai bahwa pemberian Bonus tersebut Tak hanya mendorong peningkatan adopsi kendaraan listrik di masyarakat, tapi juga menciptakan kepastian pasar bagi para pelaku usaha yang Mau berinvestasi pada infrastruktur pendukung mobilitas listrik nasional.

“Ini membuka keyakinan bagi swasta bahwa pasar EV Indonesia akan tumbuh lebih Segera dan lebih sehat,” katanya.

Anthony menyatakan, tantangan Primer investasi SPKLU selama ini bukan hanya pada aspek teknologi dan investasi awal, tapi juga terkait kepastian utilisasi dan pertumbuhan populasi kendaraan listrik.

Dengan adanya kebijakan pembebasan pajak kendaraan listrik serta relaksasi aturan ganjil genap, ia berharap daya tarik kepemilikan EV meningkat secara signifikan, terutama di kota-kota besar dengan tingkat mobilitas tinggi.

Pihaknya pun mendorong agar momentum tersebut segera dioptimalkan dengan percepatan pembangunan jaringan charging station oleh sektor swasta secara lebih masif dan merata.

“Kami Menyaksikan ini bukan Tengah sekadar bisnis charging station, tetapi bagian dari transformasi sistem Kekuatan dan mobilitas nasional. (Perusahaan) swasta harus mulai Menyaksikan SPKLU sebagai infrastruktur masa depan, sama pentingnya dengan SPBU pada era kendaraan konvensional,” ujarnya.

Apalagi kini tren elektrifikasi Tak hanya terjadi pada kendaraan pribadi, tapi juga mulai bergerak ke sektor komersial dan logistik, termasuk ride-hailing, kendaraan operasional perusahaan, hingga truk listrik.

“Kami Menyaksikan Indonesia sedang bergerak menuju era electric mobility economy. Oleh karena itu, regulasi yang mendukung harus Lalu dijaga konsistensinya agar investasi swasta dapat masuk dengan confidence (kepercayaan diri) yang tinggi,” imbuh Anthony, yang juga merupakan Managing Director Utomo Charge+ sebagai pengembang SPKLU swasta.