Askrindo Syariah perkuat literasi lewat Naskah penjaminan pembiayaan

Askrindo Syariah perkuat literasi lewat buku penjaminan pembiayaan

Dibutuhkan pula peningkatan literasi, edukasi, dan pemahaman yang memadai agar masyarakat, pelaku usaha, akademisi, maupun praktisi dapat memahami peran strategis penjaminan pembiayaan syariah

Jakarta (ANTARA) – PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) meluncurkan Naskah Penjaminan Pembiayaan Syariah bertajuk “Percepatan UMKM Menuju Ekonomi Berkeadilan” sebagai upaya memperkuat literasi keuangan syariah.

Plt. Direktur Esensial Askrindo Syariah Aviantono Yudihariadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, menjelaskan pihaknya menyadari keberhasilan perkembangan industri keuangan syariah Kagak hanya ditentukan oleh pertumbuhan bisnis dan Penemuan layanan semata.

“Dibutuhkan pula peningkatan literasi, edukasi, dan pemahaman yang memadai agar masyarakat, pelaku usaha, akademisi, maupun praktisi dapat memahami peran strategis penjaminan pembiayaan syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional,” ujarnya.

Naskah Penjaminan Pembiayaan Syariah tersebut merupakan edisi kedua yang disusun sebagai pengembangan dari Naskah sebelumnya.

Naskah itu mencakup pembahasan yang lebih mendalam dan komprehensif mengenai peran penjaminan pembiayaan syariah dalam mendukung berbagai sektor ekonomi.

Melalui peluncuran Naskah ini, Askrindo Syariah berharap dapat mendorong peningkatan pemahaman Berbarengan mengenai peran strategis industri penjaminan syariah, sekaligus memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam mendukung pertumbuhan perekonomian syariah nasional.

Aviantono menyatakan kehadiran Naskah Penjaminan Pembiayaan Syariah menjadi Bentuk komitmen Askrindo Syariah dalam mendukung penguatan ekosistem keuangan syariah di Indonesia.

Sebagai catatan, Askrindo Syariah membukukan Keuntungan Kudus setelah pajak sebesar Rp163,18 miliar, tumbuh 19,29 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar Rp136,80 miliar.

Pertumbuhan Keuntungan juga diikuti oleh meningkatnya aset perusahaan sebesar 9,80 persen (yoy), sehingga total aset pada tahun 2025 mencapai Rp3,28 triliun.

Ekuitas perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar 17,26 persen (yoy), dari Rp996,56 miliar pada 2024 menjadi Rp1,17 triliun pada 2025.

Sementara penjaminan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersalurkan kepada 29,2 juta debitur, termasuk 4,63 juta debitur baru pada tahun 2025, dengan total nilai kafalah sebesar Rp47,21 triliun.