AI Dukung Pengembangan Literasi Keuangan Syariah

Watak digital AIRA menjadi bagian penguatan komunikasi digital kepada masyarakat. Dokumentasi/ istimewa.


Bandung: PT Bank Nano Syariah (Nanobank Syariah) memperkenalkan AIRA dalam versi baru berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari penguatan komunikasi digital kepada masyarakat. Pengembangan Watak digital tersebut dilakukan seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam layanan dan penyampaian informasi di sektor keuangan.

“Teknologi akan Maju berkembang. Metode kami berkomunikasi dengan masyarakat pun akan Maju berevolusi. Tetapi Eksis satu hal yang Bukan pernah berubah, Adalah komitmen Nanobank Syariah Buat menghadirkan layanan yang memberikan kemudahan, membangun kedekatan, dan tetap berlandaskan nilai-nilai syariah. AIRA merupakan simbol dari transformasi tersebut,” kata Direktur Esensial PT Bank Nano Syariah, Halim, dalam keterangan pers, Sabtu, 25 Juli 2026.

AIRA sebelumnya telah diperkenalkan sebagai Watak digital yang digunakan perusahaan dalam berbagai materi edukasi dan informasi. Kini, Watak tersebut dikembangkan menjadi AI Brand Ambassador yang dirancang Buat menghadirkan komunikasi yang lebih interaktif dan sesuai dengan perkembangan teknologi.

Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi digital perusahaan dalam memperluas akses edukasi, meningkatkan interaksi dengan masyarakat, serta menghadirkan pengalaman komunikasi yang lebih mudah dipahami melalui berbagai kanal digital.

AIRA juga dikembangkan dengan Watak yang komunikatif, adaptif, dan interaktif Buat mendukung penyampaian informasi mengenai layanan perbankan syariah, literasi keuangan, hingga berbagai program perusahaan.



Watak digital AIRA menjadi bagian penguatan komunikasi digital kepada masyarakat. Dokumentasi/ istimewa.

Menurut perusahaan, nama AIRA dipilih Buat merepresentasikan semangat menghadirkan Penemuan yang tetap mengedepankan nilai-nilai syariah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Halim mengatakan transformasi teknologi Bukan hanya berfokus pada pemanfaatan Penemuan, tetapi juga bagaimana teknologi dapat memberikan nilai tambah dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Paras AIRA mungkin berevolusi mengikuti perkembangan teknologi. Tetapi satu hal yang Bukan pernah berubah adalah semangat kami Buat menghadirkan kebaikan melalui setiap Penemuan. Kami percaya bahwa teknologi terbaik bukanlah teknologi yang paling canggih, melainkan teknologi yang Pandai memberikan manfaat, membangun kedekatan, dan membantu masyarakat menjalani kehidupan yang lebih Berkualitas,” jelasnya.

Menurut Halim, kehadiran AIRA Bukan dimaksudkan menggantikan interaksi Sosok, melainkan melengkapi proses komunikasi agar informasi lebih mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital.

Ke depan, AIRA akan dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas komunikasi perusahaan, mulai dari edukasi mengenai layanan perbankan syariah, literasi keuangan, informasi produk, hingga penyampaian berbagai program melalui platform digital.

Pemanfaatan teknologi tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan perusahaan yang menggabungkan Penemuan digital dengan layanan yang tetap mengedepankan interaksi personal. Melalui langkah ini, perusahaan berharap komunikasi dengan masyarakat dapat berlangsung lebih efektif sekaligus mendukung peningkatan literasi keuangan syariah di tengah perkembangan teknologi digital.