Strategi “Pecah Belah” Dorna & Liberty Media demi Gol-kan Perjanjian Komersial MotoGP

liputanindo.com – Berita panas datang dari paddock MotoGP yang merupakan udpate dari negosiasi bisnis tingkat tinggi di balik layar. Yap, kita sedang berbicara tentang alotnya negosiasi kesepakatan komersial baru (selevel Concorde Agreement di F1) Demi era 2027-2031 antara pabrikan dan Penganjur. Dan Kali ini Pabrikan yang mulai berani melawan. Sementara Dorna yang kini di Rendah naungan Liberty Media (dan berganti nama menjadi MotoGP Sports Entertainment Group / SEG), mulai mengeluarkan jurus barunya.

Strategi MotoGP Sports Entertainment Group terebut adalah Strategi Pecah Belah (Divide and Conquer)! Wah, gimana ceritanya tuh? Mari kita bedah dan kunyah-kunyah lebih dalam berdasarkan laporan dari Motorsport Spanyol. Cekidot!

Aksi “Boikot” Pabrikan di Makan Malam Jerez

Semuanya bermula di seri Jerez pekan Lewat. Dorna mengadakan acara elit bertajuk “Casual Dinner, Una velada con la familia MotoGP”. Ini bukan sekadar makan malam Normal, melainkan momen perkenalan perdana bos besar Liberty Media, Derek Chang, kepada para stakeholder MotoGP, didampingi langsung oleh Carmelo dan Carlos Ezpeleta. Bahkan, bos Red Bull F1, Christian Horner, turut hadir di sana!

Undangan VIP sudah disebar jauh-jauh hari, meja bulat Spesial dengan nama masing-masing pabrikan pun sudah disiapkan rapi. Tapi apa yang terjadi di hari H? Kejutan besar! Tiga pabrikan Ialah Yamaha, Aprilia, dan KTM “mangkir” berjamaah tanpa pemberitahuan!

Lewat bagaimana dengan Ducati dan Honda? Mereka datang, tapi nggak mengirim petinggi utamanya. Dari Ducati Kagak tampak kehadiran sang CEO Claudio Domenicali atau Gigi Dall’Igna, melainkan hanya diwakili Davide Tardozzi dan PR mereka. Honda pun setali tiga Doku, Sekadar mengutus Alberto Puig.

Bayangkan bro, meja-meja VIP pabrikan Nihil di depan petinggi baru Liberty Media. Jernih, ini bukan sekadar miskomunikasi, melainkan sebuah statement keras dan “tamparan” diplomasi dari pabrikan!

Apa Akar Masalahnya? Tuntutan vs Penawaran

Usut punya usut, aksi walk-out Hening-Hening ini adalah bentuk protes keras terhadap draf kesepakatan komersial yang disodorkan pihak Dorna/MotoGP SEG. Selama ini, kelima pabrikan bersatu padu di Rendah payung MSMA (dengan Massimo Rivola sebagai Presiden dan Lin Jarvis sebagai negosiator) agar punya bargaining power yang kuat melawan Penganjur.

Pabrikan menuntut perombakan sistem pembagian kue finansial. Mereka Ingin MotoGP meniru model sukses olahraga besar seperti Perserikatan Champions, NBA, atau NFL. Tuntutan Istimewa mereka:

  1. Pembagian pendapatan variabel yang dihitung berdasarkan hasil balap.

  2. Persentase dari hak siar TV.

  3. Hak intervensi (Governance): Pabrikan Ingin dilibatkan dalam pengambilan keputusan kejuaraan, termasuk menentukan kalender dan sirkuit.

Nah, poin ketiga ini yang jadi batu sandungan terbesar. Dorna menolak keras Adonan tangan pabrikan soal kalender. Sebagai gantinya, penawaran Dorna Demi ini hanyalah kenaikan Anggaran flat/linier Demi 11 tim, Tetapi pabrikan Malah dituntut bekerja lebih keras dan berinvestasi lebih di sektor hospitality, marketing, dan media sosial termasuk juga persiapan mengenai Reserve Rider Permanen. Pabrikan pun merasa tawaran ini sangat Kagak fair.

Manuver Balasan Dorna: Strategi Pecah Belah!

Menyantap pabrikan mulai main keras dengan memboikot acara Krusial, Dorna dan Liberty Media Kagak tinggal Hening. Tensi memanas, dan dalam hitungan jam setelah “insiden” Jerez, MotoGP SEG mengubah strategi negosiasi mereka 180 derajat.

Alih-alih meladeni MSMA secara kolektif yang solid bak tembok beton, Dorna memutuskan Demi mengubah haluan dengan melakukan negosiasi individual dengan masing-masing pabrikan dan tim!

Rupanya, strategi klasik Divide and Conquer ini sangat efektif, bro! Ketimbang menghadapi 5 raksasa yang bersatu, Dorna melobi mereka satu-satu dengan pendekatan berbeda.

Laporannya, strategi ini langsung membuahkan hasil. Honda (yang secara historis dan finansial adalah pabrikan paling berpengaruh) kabarnya sudah memberikan jaminan akan menandatangani kesepakatan. Ducati beserta tim satelitnya (VR46, Gresini), ditambah LCR (Honda) dan Tech3 (KTM) juga dilaporkan mulai merapat dan melunak terhadap tawaran Dorna.

Praktis, barisan pabrikan yang awalnya sangat solid, kini terpecah belah. Demi ini tinggal Yamaha, Aprilia, dan KTM yang kabarnya Tetap kekeuh berdiri di garis pertahanan awal menentang proposal MotoGP SEG.

Dorna dan Liberty Media paham betul Metode bermain politik tingkat tinggi. Dengan memecah konsentrasi MSMA dan “mengamankan” tanda tangan entitas raksasa seperti Honda dan Ducati terlebih dahulu, kekuatan negosiasi pabrikan yang tersisa Mekanis akan melemah secara drastis.

Kabarnya, Dorna mematok deadline hingga seri Le Mans, Prancis nanti Demi mencapai kesepakatan. Apabila Kagak kunjung deal, Dorna akan jalan Lanjut mengeksekusi kesepakatan terpisah yang tentunya berpotensi merugikan pabrikan yang telat mengambil keputusan.

IMHO, ini adalah masa-masa krusial yang akan menentukan Paras dan arah finansial MotoGP selama 5 tahun ke depan. Apakah Yamaha, Aprilia, dan KTM akhirnya akan “menyerah” dan ikut menandatangani kesepakatan di Le Mans nanti? Ataukah mereka punya kartu as lain?

Taufik of BuitenZorg | @liputanindo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *