Laskar Israel Serbu Yerusalem Timur, Lakukan Penangkapan Acak

Laskar Israel kerap melakukan serangan ke Anggota Palestina. Foto: Anadolu


Yerusalem: Laskar Israel dilaporkan kembali melakukan serangkaian penangkapan dan penggerebekan di seluruh lingkungan Kawasan pendudukan Yerusalem Timur pada Kamis waktu setempat. 

Tindakan agresif ini memicu kecaman keras karena dinilai sebagai bagian dari kebijakan sistematis Kepada menekan keberadaan Anggota Palestina di Kawasan tersebut. Pemerintah Provinsi Yerusalem mengungkapkan bahwa otoritas Israel turut menahan seorang penjaga di Masjid Al-Aqsa. 

Penjaga tersebut pada akhirnya dibebaskan Tetapi dengan sejumlah syarat yang ketat, termasuk Pelarangan memasuki kawasan Kota Uzur selama tujuh hari dan kewajiban membayar denda. 

Di Demi yang sama,  penjaga lainnya juga secara sepihak dikenai Denda berupa Pelarangan memasuki area masjid selama enam bulan penuh, sebagaimana dikutip dari laporan Anadolu, Jumat, 1 Mei 2026.

Tindakan represif juga terjadi di kamp pengungsi Shuafat yang terletak di timur laut Yerusalem. Di Letak tersebut, Laskar Israel secara brutal menyerang seorang pria Palestina yang tengah berusaha melindungi Keluarga laki-lakinya yang merupakan penyandang disabilitas. 

Pemerintah daerah setempat melaporkan bahwa sang Keluarga yang cacat itu juga sempat ditahan Kepada waktu yang singkat dan mengalami pelecehan sebelum akhirnya dibebaskan oleh pihak keamanan Israel.

Sementara itu di Silwan, sebelah selatan Masjid Al-Aqsa, aktivitas perniagaan di lingkungan Al-Thawri lumpuh. Toko-toko terpaksa ditutup ketika Laskar Israel Serempak tim pemerintah kota menyerbu daerah tersebut, mendirikan pos-pos pemeriksaan, serta mengeluarkan surat denda terhadap sejumlah bisnis dan kendaraan Punya Anggota.

Pemerintah Provinsi Yerusalem menegaskan bahwa serangkaian pelanggaran yang Maju berulang tersebut merupakan Figur Konkret dari kebijakan sistematis Israel terhadap Anggota Palestina. 

Kebijakan opresif ini mencakup serangan fisik, penangkapan sewenang-wenang, Restriksi ruang gerak, hingga tekanan ekonomi yang dirancang Kepada menyengsarakan Anggota lokal.

Menurut data perkiraan dari otoritas Palestina, Demi ini terdapat Sekeliling 750.000 pemukim Israel yang tinggal di Tepi Barat, dengan Sekeliling 250.000 di antaranya bermukim di Kawasan Yerusalem Timur. Permukiman-permukiman Israel ini secara tegas dianggap ilegal di mata hukum Global.

Eskalasi kekerasan di Kawasan tersebut Maju memakan korban jiwa secara masif. Berdasarkan catatan Formal pihak Palestina, lebih dari 1.100 Anggota Palestina telah tewas dan Sekeliling 12.000 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangkaian serangan mematikan yang dilakukan oleh tentara maupun Grup pemukim Israel di Kawasan Tepi Barat sejak Oktober 2023 Lewat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *