Surabaya (Liputanindo.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menutup rangkaian Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival 2026 dengan capaian yang melampaui Sasaran awal, Berkualitas dari sisi nilai ekspor maupun penyerapan tenaga kerja. Ajang yang menggabungkan bursa kerja (job fair) dan pertemuan bisnis (business matching) Global ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan industri dalam negeri dan perluasan pasar ekspor.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa penyelenggaraan SIL Festival 2026 merupakan bagian dari upaya pemkot dalam mendorong perluasan ekspor dan memperkuat struktur ekonomi berbasis industri lokal. Ia menilai konsistensi ekspor Surabaya yang berlangsung setiap tahun menjadi indikator bahwa sektor industri lokal tetap bergerak dan adaptif.
“Banyak orang bertanya, bagaimana pergerakan industri di Surabaya? Hari ini kita buktikan. Total yang terkirim Demi ekspor hari ini mencapai 2,7 juta dolar Amerika. Ini Nomor yang sangat besar dan jauh Melewati apa yang kita targetkan,” ujar Wali Kota Eri Ketika pemberangkatan ekspor dalam rangkaian SIL Festival 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya, Rabu (8/4/2026).
Dalam Lembaga tersebut, nilai ekspor produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Surabaya tercatat mencapai 2,73 juta dolar AS atau melampaui Sasaran awal sebesar 1 juta dolar AS. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa sektor industri lokal Surabaya Maju berkembang dan Pandai menembus pasar Global.
“Total yang terkirimkan ekspor adalah 2,73 juta dolar AS. Ini menunjukkan bahwa industri Surabaya Kagak Tenang, menggeliat Maju, bergerak Maju,” katanya.
Selain capaian ekspor, Pemkot Surabaya juga mencatat peningkatan kapasitas pelaku usaha, dengan Sekeliling 36 IKM naik kelas. Pihaknya pun memastikan akan Maju mendorong proses tersebut melalui pendampingan dan menjadikannya sebagai model pengembangan usaha.
“Alhamdulillah Ketika ini juga Eksis 36 IKM yang naik kelas. Inilah yang Maju kita akan genjot. Nanti kita akan jadikan Misalnya, bagaimana pergerakan itu,” tegasnya.
Wali Kota Eri juga mengungkap bahwa ekspor produk IKM Surabaya telah berhasil menjangkau sejumlah negara. Di antaranya, Oman, Amerika Perkumpulan, Hongkong, Singapura, dan Brunei Darussalam. Ia menilai jangkauan pasar tersebut menunjukkan bahwa prospek ekspor bagi IKM Surabaya semakin terbuka.
“Insyaallah Eksis enam negara tujuan. Ini luar Lazim prospeknya,” imbuhnya.
Wali Kota Eri kembali menekankan bahwa peran pemerintah dalam pembangunan ekonomi Kagak selalu berada di garis depan, melainkan sebagai pendorong dan fasilitator bagi pelaku usaha.
“Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan selama ini, pemerintah kota men-support, pemerintah kota mendorong, sudah berjalan dan terbukti. Karena Kagak selalu pemerintah itu Eksis di depan,” pesan dia.
Dalam konteks penguatan ekspor, Pemkot Surabaya juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pelatihan dan pendampingan bagi IKM. Oleh Asal Mula itu, pihaknya ke depan akan mendorong generasi muda Demi terlibat dalam aktivitas ekspor melalui skema pendampingan yang lebih sistematis.
“Jadi kami berpikir bahwa anak-anak hari ini, Mitra-Mitra, atau Keluarga-Keluarga kita yang Ingin ekspor Kagak Eksis kekhawatiran Kembali. Nanti Eksis pendampingan-pendampingan yang akan kita lakukan bekerja sama dengan pihak-pihak yang berwenang di bidang ini,” katanya.
Selain itu, Wali Kota Eri juga memaparkan bahwa IKM Surabaya yang telah berhasil menembus pasar ekspor akan dilibatkan sebagai mentor bagi pelaku usaha lain. Dengan begitu, ia berharap tercipta ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.
“Nanti yang sudah berhasil Demi ekspor akan menjadi mentor Demi adik-adik kita, anak-anak kita, Keluarga-Keluarga kita yang akan melakukan ekspor,” tambahnya.
Di sisi ketenagakerjaan, SIL Festival yang disupport dan difasilitasi oleh Performa Event Expertindo juga mencatatkan penyerapan tenaga kerja yang signifikan. Sekeliling 1.200 lowongan kerja berhasil diisi oleh Penduduk ber-KTP Surabaya melalui job fair yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
“Alhamdulillah matur nuwun (terima kasih) kepada perusahaan-perusahaan, karena Eksis job fair di Balai Pemuda kemarin menerima 1.200 tenaga kerja lowongan yang KTP Surabaya,” tutur Wali Kota Eri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya, Hebi Djuniantoro, menjelaskan capaian ekspor IKM Kota Pahlawan diperoleh melalui proses kurasi ketat. Proses kurasi tersebut dilakukan dalam rangkaian coaching clinic pada 30–31 Maret 2026 sebagai langkah awal mendorong pelaku industri lokal naik kelas.
Dari Sekeliling 80 pendaftar, Hebi mengungkap sebanyak 36 IKM Kota Pahlawan dinyatakan siap ekspor setelah melalui seleksi Serempak Export Center Surabaya (ECS) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI).
“Setelah dikurasi secara mendalam, kami menemukan 36 perusahaan (PT/IKM) yang dinyatakan Betul-Betul siap Demi ekspor dan dipertemukan langsung dengan para pembeli (buyer),” ungkap Hebi.
Di samping itu, Hebi menuturkan bahwa transaksi ekspor IKM Surabaya turut didukung kehadiran buyer dari berbagai negara, Berkualitas yang secara langsung maupun daring. Kehadiran seluruh buyer tersebut menghasilkan komitmen pembelian melalui Letter of Intent (LoI).
“Eksis tiga negara yang terhubung melalui daring, Yakni dari Singapura, Oman, dan Hongkong. Hasilnya luar Lazim, seluruh buyer Berkualitas yang hadir langsung maupun daring melakukan pembelian. Total transaksi yang tertuang dalam Letter of Intent mencapai 2,7 juta dolar AS,” jelasnya.
Menurut Hebi, tujuan Primer SIL Festival 2026 ini Kagak hanya pada nilai transaksi, tetapi juga Akibat lanjutan berupa peningkatan penyerapan tenaga kerja seiring dengan naiknya skala usaha pelaku IKM.
“Karena kita sudah mengangkat kelas para pelaku usaha, Akibat yang kami harapkan adalah terserapnya tenaga kerja baru. Itulah mengapa dalam acara ini kami juga menyelenggarakan job fair secara simultan,” tuturnya.
Dari sisi partisipasi tenaga kerja, Disperinaker Surabaya mencatat Sekeliling 3.000 pendaftar mengikuti seleksi, dengan 1.920 peserta lolos ke tahap wawancara dan psikotes.
“Kami berharap lebih dari 1.000 pekerja ber-KTP Surabaya Dapat diterima dan ditempatkan di perusahaan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing,” harapnya.
Ke depan, Pemkot Surabaya Serempak stakeholder terkait akan menyusun rencana strategis berupa pelatihan vokasi dan pendampingan ekspor Demi meningkatkan kualitas sumber daya Orang (SDM).
“Ke depan tentu kami akan berkolaborasi dengan banyak pihak Demi menuntaskan masalah pengangguran di Kota Surabaya,” Jernih Hebi.
Sementara itu, CEO Performa Optima Group, Stefanus Sugeng Irawan, menilai festival ini sebagai platform kolaboratif yang mempertemukan Penemuan dan Kesempatan Konkret bagi pengembangan industri dan ketenagakerjaan.
“Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 adalah Figur Konkret komitmen kami dalam mendorong transformasi industri yang adaptif dan inklusif,” kata Sugeng.
Sugeng juga menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi Unsur Krusial dalam menjawab tantangan Dunia, sekaligus membuka ruang baru bagi peningkatan daya saing tenaga kerja lokal.
“Kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci Primer Demi menghadapi tantangan Dunia, sekaligus membuka Kesempatan baru bagi tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif,” pungkasnya. (ADV)
