Sebatik (ANTARA) – Suasana jalan di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pagi itu tampak Senyap. Tak Eksis aktivitas seperti yang Normal terlihat di Kawasan Sebatik Utara maupun Timur, hanya Lampau lalang kendaraan bak terbuka yang mengangkut karung-karung berisi rumput laut kering.
Tetapi, ketika masuk ke sebuah jalan kecil menuju kawasan perairan, suasananya tampak begitu berbeda. Kehidupan penduduk di Sebatik Barat Malah terlihat di rumah-rumah Podium. Mereka berkumpul sembari mengikat bibit-bibit rumput laut pada seutas tali.
Di Desa Liang Bunyu, budidaya rumput laut Kagak hanya menjadi mata pencaharian Primer masyarakat pesisir, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian setempat karena melibatkan banyak pekerja.
Rumput laut yang dibudidayakan di sana adalah rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii), bahan baku Primer karagenan — bahan aditif alami yang dipakai sebagai pengental, pengemulsi, dan penstabil dalam berbagai industri, mulai dari pangan, farmasi, hingga kosmetik.
Berbeda dengan Sebatik Timur, yang masyarakatnya lebih banyak menggantungkan hidup dari perdagangan dan perkebunan kelapa sawit, penduduk Sebatik Barat menjadikan rumput laut sebagai sumber Pendapatan Primer mereka.
Menghidupi masyarakat pesisir
Aktivitas masyarakat di sana telah bergeliat sejak selepas shalat subuh. Ratusan pekerja, yang kebanyakan adalah ibu rumah tangga, berangkat ke kios-kios pembibitan Buat mengikat bibit rumput laut sebelum ditanam di perairan dekat pantai.
Di Desa Liang Bunyu Eksis Sekeliling 50 kios pembibitan. Setiap kios mempekerjakan 20 hingga 30 orang dengan upah Sekeliling Rp120.000 per orang Apabila mereka bekerja dari pagi hingga sore hari. Pekerja yang lembur Tamat malam hari Dapat membawa pulang upah Tamat Rp200.000.
Para pekerja bukan hanya Anggota Sebatik Barat. Sebagian dari mereka berasal dari Sebatik Utara dan Sebatik Tengah. Setiap hari mereka diangkut dengan mobil bak terbuka menuju tempat kerja.
Meski setiap hari harus melakukan perjalanan 30 Tamat 40 menit dan mengeluarkan biaya bulanan sebesar Rp200.000 Tamat Rp300.000 Buat sewa kendaraan, para pekerja memilih profesi itu karena Dapat mendapatkan Pendapatan tetap.

Hasmawati (50), seorang petani yang menjadi koordinator budidaya rumput laut di Desa Liang Bunyu, mengatakan bahwa hasil panen sangat bergantung pada kondisi cuaca serta pengendalian hama dan penyakit.
