Rupiah melemah ke Rp17.963 seiring tarif impor AS terhadap Indonesia

Ekonom: Penerbitan Panda Bond relevan di tengah dinamika pasar dolar

Jakarta (ANTARA) – Nilai Salin rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, bergerak melemah 27 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.963 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.936 per dolar AS.

Analis pasar Doku Ibrahim Assuaibi menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi pemberlakuan tarif impor oleh Presiden Amerika Perkumpulan (AS) Donald Trump terhadap Indonesia.

“Trump Formal memberlakukan tarif impor baru terhadap barang dari 60 Kawan dagang mulai Jumat (24/7). Kebijakan tersebut menetapkan tarif sebesar 10 persen dan 12,5 persen terhadap berbagai produk impor, termasuk barang asal Indonesia,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Penerapan tarif baru ini dilakukan setelah berakhirnya kebijakan tarif sementara sebesar 10 persen yang sebelumnya diberlakukan selama 150 hari.

Pemerintah AS menyebut kebijakan tersebut merupakan langkah Buat mendorong negara-negara Kawan dagang memperketat Embargo terhadap produk yang dibuat menggunakan tenaga kerja paksa.

Di samping itu, data pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan menambah kekhawatiran bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan sikap kebijakan yang restriktif.

“Klaim pengangguran awal secara tak terduga turun menjadi 187 ribu, level terendah dalam beberapa Dasa warsa, mendorong imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun acuan ke level tertinggi sejak Januari 2025,” ungkap Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp17.973 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.915 per dolar AS.