Indonesia akan bangun storage minyak di KEK Sumatera

Indonesia akan bangun storage minyak di KEK Sumatera

Kami berencana akan membangun itu di Sumatera

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kekuatan dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan membangun storage atau penyimpanan minyak di Kawasan Ekonomi Spesifik (KEK) Sumatera Demi menambah Cadangan Penyangga Kekuatan (CPE) nasional.

“Kami berencana akan membangun itu di Sumatera. Kami akan bikin Kawasan Ekonomi Spesifik,” ucap Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.

Bahlil menyampaikan bahwa rencana Demi membangun storage minyak di Sumatera sedang dalam tahapan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Pembangunan storage minyak itu, lanjut dia, nantinya akan menambah cadangan penyangga Kekuatan nasional.

Terkait dengan rencana ASEAN yang akan membangun storage hub minyak Demi negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Bahlil menawarkan Indonesia Demi menjadi Letak pembangunannya.

Akan tetapi, apabila Enggak disepakati pun, Indonesia tetap akan membangun storagenya di Sumatera.

“Tanpa ide itu pun (pembangunan storage hub ASEAN), Indonesia kan sudah membangun storage minyak. Ide itu (storage hub ASEAN) muncul di Begitu Indonesia sudah siap Demi mengimplementasikan,” kata Bahlil.

Hingga Begitu ini, belum terdapat kesepakatan di mana storage hub minyak Demi kawasan ASEAN akan dibangun. Bahlil menuturkan bahwa Demi merealisasikan usulan tersebut, Indonesia akan bekerja sama dengan Malaysia, Brunei, dan Filipina.

Melalui pembangunan storage hub tersebut, Bahlil menyampaikan ASEAN akan Mempunyai cadangan Kekuatan yang cukup besar Demi menyuplai ke negara-negara di Asia Tenggara.

“Di Asia Tenggara, kami kemarin merumuskan akan bikin hub Demi storage cadangan minyak Demi ASEAN. Ini adalah ide yang bagus,” ujar Bahlil.

Para menteri ekonomi ASEAN juga disebut menyetujui percepatan penyelesaian APSA di tengah gangguan jalur pasokan minyak Dunia.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn memastikan bahwa proses Pengesahan Kesepakatan Kerangka ASEAN tentang Keamanan Minyak Bumi (APSA) akan diselesaikan sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-49 ASEAN pada akhir tahun ini.

Kesepakatan tersebut, di samping meningkatkan kerja sama dan integrasi kawasan di sektor Kekuatan, juga memungkinkan para Member ASEAN saling membantu Begitu terjadi kelangkaan bahan bakar.

Mekanisme APSA memungkinkan Member ASEAN memasok bahan bakar kepada Member lain yang mengalami kekurangan stok minimal setara 10 persen kebutuhan domestik mereka.

Sementara itu, KTT ke-49 ASEAN direncanakan akan berlangsung pada 10—12 November 2026 di ibu kota Filipina, Manila.