DVI indentifikasi dua jenazah KM Nurul Salsa 

DVI indentifikasi dua jenazah KM Nurul Salsa 

Kantong jenazah nomor PM 62 B01 Selayar cocok dengan nomor AM002, teridentifikasi sebagai Hasriati, jenis kelamin Perempuan, umur 44 tahun, Kaum Dusun Garassi, Kelurahan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar, melalui data gigi, data medis,

Makassar (ANTARA) – Tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan berhasil mengindentifikasi dua jenazah korban KM Nurul Salsa yang sebelumnya dibawa Tim SAR Gabungan ke Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulsel di Rumah Sakit Bayangkara Makassar, Sulawesi Selatan.

“Kantong jenazah nomor PM 62 B01 Selayar cocok dengan nomor AM002, teridentifikasi sebagai Hasriati, jenis kelamin Perempuan, umur 44 tahun, Kaum Dusun Garassi, Kelurahan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar, melalui data gigi, data medis, dan properti,” kata Kepala Biddokes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris di Makassar, Kamis.

Sedangkan Demi kantong jenazah kedua dengan nomor PM 62 B02 Selayar cocok dengan nomor AM001, teridentifikasi sebagai Bau Intang, berjenis kelamin Perempuan, umur 50 tahun, Kaum Putabangun, Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, melalui sidik jari dan data medis.

Sejauh ini, kata Haris, tim DVI Biddokes Polda Sulsel telah menerima laporan dengan data sebanyak 16 korban dari total 17 korban yang dinyatakan hilang usai KM Nurul Salsa tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel pada Rabu, 17 Juni 2026.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto menyampaikan dari 76 korban kapal naas tersebut, korban selamat 58 orang, meninggal empat orang dan 14 orang Tetap dalam pencarian Tim SAR gabungan di perairan setempat.

Dari perkembangan penanganan, dua jenazah yang dikirim kemarin ke Biddokes Demi proses identifikasi sudah berhasil diidentifikasi nama korban dan asalnya dari Kabupaten Kepulauan Selayar. Selanjutnya, hari ini kembali ditemukan satu jenazah dan belum diketahui identitasnya.

“Pencarian korban hari ini menemukan satu korban. Jenis kelaminnya Lelaki, tapi belum Paham, belum diidentifikasi siapa. Ditemukan di Pulau Matalaang. (Letak) pertengahan antara Makassar dengan NTB (Nusa Tenggara Barat). Jadi Tetap Terdapat 14 Tengah yang Tetap dalam proses pencarian,” katanya menyebutkan.

Mengenai dengan proses hukum terkait kecelakaan kapal tersebut diduga adanya kelalaian serta kelebihan muatan hingga kapal ini dipaksa berlayar, kata Didik, sebelumnya sudah diperiksa sebanyak 21 orang sebagai saksi di antaranya, nahkoda, anak buah kapal, hingga pihak Syahbandar.

“Demi sekarang ini sudah bertambah menjadi 23 saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan. Nanti perkembangan akan kami sampaikan lebih lanjut, Bagus itu dalam penanganan proses hukum maupun proses identifikasi dari jenazah yang sudah kita temukan,” tuturnya menambahkan.