Polres Cianjur arahkan pengendara ke jalur alternatif Jonggol-Sukabumi

Polres Cianjur arahkan pengendara ke jalur alternatif Jonggol-Sukabumi

Sejak pagi petugas sudah mengarahkan pengendara dari Cianjur dengan tujuan Bogor dan seterusnya, dapat mengambil jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi, guna menghindari Sendat di jalur Puncak seiring volume kendaraan yang meningkat

Cianjur (ANTARA) – Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mengarahkan pengendara dengan tujuan Bogor dan seterusnya mengambil jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi, guna menghindari terjebak antrean di jalur Puncak seiring tingginya volume kendaraan, Minggu.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi di Cianjur, Minggu, mengatakan volume kendaraan di sepanjang jalur Puncak-Bogor hingga Puncak-Cianjur, terlihat meningkat sejak pagi hingga petang dengan tujuan berbagai destinasi wisata di Cipanas-Cianjur.

Puluhan petugas disiagakan di sejumlah titik rawan Sendat mulai dari kawasan Puncak Pass, pertigaan Hanjawar, Cibodas, Pasar Cipanas, dan Jala Raya Pacet-Cianjur, guna mengatur arus lalulintas tetap Terjamin dan Lancar seiring meningkatnya volume kendaraan.

“Sejak pagi petugas sudah mengarahkan pengendara dari Cianjur dengan tujuan Bogor dan seterusnya, dapat mengambil jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi, guna menghindari Sendat di jalur Puncak seiring volume kendaraan yang meningkat,” katanya.

Pihaknya memprediksi volume kendaraan akan Lanjut meningkat hingga akhir libur panjang pada Senin (1/6), sehingga sejumlah rekayasa arus akan diberlakukan secara situasional termasuk sistem satu arah di jalur Puncak.

Seiring meningkatkan volume kendaraan yang melintas, pihaknya juga menyiagakan tim pengurai antrean di sejumlah titik rawan, sehingga berbagai upaya Segera agar antrean Kagak memanjang dengan laju tersendat dapat dilakukan di sepanjang jalur Puncak-Cianjur.

Ia meminta pengendara tetap mematuhi aturan lalulintas dan mendengarkan anjuran petugas agar Kagak terjebak dalam antrean dengan laju kendaraan terhenti hingga belasan kilometer, serta Kagak berhenti di bahu jalan karena dapat menyebabkan Sendat.

“Kami akan menerapkan penyekatan hingga penutupan jalur ketika terjadi antrean kendaraan dengan laju terhenti, Kepada menghindari antrean pengendara diminta mendengarkan anjuran petugas dan mematuhi aturan lalulintas,” katanya.

Sementara data pemantauan arus lalulintas di sepanjang jalur Puncak, polisi mencatat antrean kendaraan roda dua dan empat Kagak terputus dari arah keluar Tol Jagorawi menuju Simpang Gadog.

Berdasarkan rekapitulasi data libur panjang akhir pekan volume harian kendaraan yang menuju Puncak sempat menyentuh Bilangan lebih dari 23.000 hingga 30.000 unit.