Pelepasan ekspor kopi dari Penyimpanan SRG KAI-Asli Gedebage menuju Tiongkok dan Maroko. Foto: dok KBI.
Bandung: PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) mendukung ekspor komoditas kopi Indonesia ke pasar Mendunia melalui pemanfaatan Sistem Resi Penyimpanan (SRG). Salah satu keberhasilannya dengan menembus pasar Tiongkok hingga Maroko melalui Penyimpanan SRG KAI-Asli Gedebage, Bandung.
Pada kegiatan pelepasan ekspor kopi dari Penyimpanan SRG KAI-Asli Gedebage menuju Tiongkok dan Maroko, menjadi tonggak pemanfaatan SRG dalam meningkatkan nilai tambah komoditas nasional sekaligus memperluas akses pasar ekspor.
Direktur Istimewa PT Kliring Berjangka Indonesia Budi Susanto mengatakan keberhasilan ekspor tersebut mencerminkan semakin strategisnya peran SRG dalam meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar Mendunia.
“Pelepasan ekspor ini membuktikan bahwa SRG Kagak hanya menjadi instrumen pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha, tetapi juga Pandai menjadi jembatan yang menghubungkan komoditas nasional dengan pasar Dunia,” ungkap Budi dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 23 Juli 2026.
Sebagai Pusat Registrasi SRG, KBI berperan membangun tata kelola yang Terjamin, transparan, akuntabel, dan tepercaya sehingga meningkatkan kepercayaan pelaku usaha, lembaga pembiayaan, maupun Kenalan dagang terhadap komoditas yang dikelola melalui skema SRG.

(Biji kopi. Foto: dok MI)
Ekspor perdana bernilai USD227 ribu
Pada pengiriman perdana, volume ekspor mencapai 38,4 ton atau setara dua kontainer dengan total nilai USD227.443,20. Ekspor tersebut terdiri atas satu kontainer Kopi Robusta Grade 2 sebanyak 19,2 ton senilai USD71.040 yang dikirim ke Maroko, serta satu kontainer Kopi Arabica Semi Wash sebanyak 19,2 ton senilai USD156.403,20 dengan tujuan Tiongkok.
Sebagai tindak lanjut, pengelola Penyimpanan SRG telah menjadwalkan pengiriman berikutnya sebanyak delapan kontainer Kopi Arabica Semi Wash dengan total volume 153,6 ton dan nilai mencapai USD1.251.225,60 ke Tiongkok. Seluruh komoditas tersebut berasal dari Penyimpanan SRG KAI-Asli Gedebage, Bandung.
Keberhasilan ekspor ini menunjukkan komoditas yang dikelola melalui Sistem Resi Penyimpanan Pandai menjaga kualitas selama penyimpanan sekaligus memenuhi standar perdagangan Dunia.
Kondisi tersebut memperkuat peran SRG yang Kagak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan, tetapi juga menjadi bagian Krusial dalam rantai pasok perdagangan dan ekspor komoditas Indonesia.
“Sebagai pelopor Pusat Registrasi SRG di Indonesia, PT Kliring Berjangka Indonesia akan Lanjut memperkuat tata kelola, digitalisasi layanan, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pemanfaatan SRG semakin luas serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Budi.
Budi menambahkan, sebagai BUMN pertama yang menjalankan fungsi Pusat Registrasi SRG, KBI akan Lanjut memperkuat ekosistem Sistem Resi Penyimpanan melalui penyelenggaraan registrasi yang Terjamin, transparan, dan akuntabel.
Keberhasilan ekspor kopi ke Tiongkok dan Maroko diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar Dunia terhadap kualitas komoditas Indonesia, sekaligus memperluas Kesempatan ekspor dan akses pembiayaan bagi petani, koperasi, UMKM, serta pelaku usaha nasional.
