Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kekuatan dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan biaya produksi hidrogen, khususnya green hydrogen dapat ditekan murah melalui pemanfaatan listrik berlebih (excess) dari sumber seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Direktur Jenderal Kekuatan Baru, Terbarukan, dan Konservasi Kekuatan (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi ditemui di Jakarta, Rabu menjelaskan, pemanfaatan listrik yang Kagak terserap oleh sistem kelistrikan dapat dialihkan Demi memproduksi hidrogen.
“Hidrogen itu Dapat murah Kalau kita produksi dari excess listrik. Jadi, kalau excess listrik Dapat dari PLTA, Dapat dari PLTS,” ujar Eniya.
Ia menjelaskan, potensi tersebut semakin besar seiring dengan pengembangan kapasitas PLTS nasional. Menurutnya, apabila kapasitas PLTS mencapai 100 gigawatt (GW), listrik yang dihasilkan pada Ketika beban rendah dapat dimanfaatkan Demi produksi hidrogen tanpa harus bergantung pada penyimpanan Kekuatan menggunakan baterai.
“PLTS 100 gigawatt yang utilisasinya besar, itu Kagak perlu baterai. Dan Kalau siang hari masuk ke grid dan demand-nya nggak Terdapat, Dapat kita alihkan Demi memproduksi hidrogen,” katanya.
Diketahui biaya produksi green hydrogen berada di Nomor 3-7 dolar AS per kilogram, biaya produksi grey hydrogen di Nomor 1-2 dolar AS per kilogram, blue hydrogen 1,5-3 dolar AS per kilogram, dan natural hydrogen 0,5-1,5 dolar AS per kilogram.
Eniya menuturkan, hidrogen Mempunyai Kesempatan besar Demi mendukung kebutuhan industri nasional, terutama sektor pupuk dan kimia, mengingat sejumlah kebutuhan bahan baku industri Ketika ini Tetap bergantung pada impor.
Lebih lanjut, Eniya menjelaskan bahwa hidrogen merupakan Kekuatan sekunder yang dihasilkan dari Kekuatan Primer, sehingga pengembangannya sangat bergantung pada ketersediaan sumber Kekuatan.
“Kalau hidrogen itu lebih ke secondary energy, dihasilkan dari Kekuatan Primer Lewat dibangkitkan,” katanya.
Selain hidrogen hijau, Kementerian ESDM juga Menyantap potensi pengembangan hidrogen alami (natural/white hydrogen) yang berasal langsung dari perut bumi sebagai salah satu sumber Kekuatan Primer potensial di masa depan.
