Polisi: Pelaku Ngaku Aparat Hajar Petugas SPBU di Jaktim karena Tak Dapat Isi Pertalite

Liputanindo.id – Polisi akan mengusut kasus pria mengaku Personil Polri yang menganiaya pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim). 

“Polres Jaktim dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya sedang mendalami kejadian tersebut dan juga orang yang mengaku aparat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (24/2/2026). 

Belum dapat dipastikan pelaku merupakan polisi atau Bukan. Tetapi Apabila Betul aparat, maka akan ditindak sesuai aturan yang berlaku oleh Propam. 

Hasil pemeriksaan sementara, pelat mobil yang digunakan pelaku Bukan sesuai peruntukan dalam mengisi bensin. Dia Ketika itu Mau mengisi Pertalite pada kendaraannya.

“Yang bersangkutan mau isi Pertalite Bukan dilayani oleh SPBU (karena) pelatnya Bukan sesuai, Bukan Kepada peruntukkannya,” tambah Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan.

Sebelumnya, seorang operator SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, mengaku dikejar dan diancam akan dibunuh oleh pria yang mengaku aparat.

“Saya dipukul bolak-balik. Saya lari ke belakang, ke arah fasilitas hunian sementara (mes). Dia kejar Sembari bilang, ‘Lari lu, mau ke mana lu, mau Wafat sekarang lu?’,” kata salah satu operator SPBU 3413901 Lukman Hakim (19) di Jakarta Timur, Senin (23/2).

Operator SPBU yang baru enam bulan bekerja setelah lulus SMK tersebut menjelaskan insiden itu bermula Ketika ia bertugas pada sif malam pada Minggu (22/2) Sekeliling pukul 22.00 WIB.

“Awalnya, saya Tengah jaga malam, situasi Tengah santai. Datang mobil pelaku masuk Kepada isi bahan bakar minyak (BBM). Saya tunggu barcode-nya, tapi beberapa menit belum ditunjukkan,” terang Lukman.

Menurut dia, antrean kendaraan di belakang mulai mengular sehingga dia berinisiatif mempercepat proses dengan meminta kode batang (barcode) subsidi yang menjadi syarat pengisian BBM sesuai Mekanisme Pertamina.

Tetapi, situasi mendadak memanas ketika kode batang yang ditunjukkan Bukan sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan. Lukman menyebutkan pelat nomor kendaraan memang sama, tetapi data dan jenis kendaraan di dalam barcode itu berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *