BP BUMN: Konsolidasi aset tambah 13 ribu hektare kawasan Danareksa

BP BUMN: Konsolidasi aset tambah 13 ribu hektare kawasan Danareksa

Jakarta (ANTARA) – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyampaikan konsolidasi aset kawasan industri Punya BUMN berpotensi menambah lebih dari 13 ribu hektare kawasan yang dikelola Danareksa.

“Kawasan industri nanti akan kita konsolidasikan. Memang Batam ini Terdapat transaksi yang harus kita selesaikan, tetapi ke depan juga kita akan Menyantap potensi di Karawang, kemudian di Patimban, dan Batam,” ujar Dony dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa.

Langkah strategis tersebut akan memperkuat posisi Danareksa sebagai pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara sekaligus memperkuat ekosistem investasi nasional.

Terkait langkah tersebut, Dony menggelar pertemuan dengan Direksi Danareksa Kepada membahas percepatan transformasi Danareksa sebagai strategic holding kawasan industri.

Transformasi tersebut mencakup pengembangan tujuh kawasan industri yang sudah Terdapat, optimalisasi aset, penataan entitas non-inti, serta penguatan pendapatan berulang melalui pengembangan utilitas, infrastruktur, dan properti pendukung kawasan.

Dony menegaskan bahwa konsolidasi kawasan industri merupakan langkah strategis Kepada memperkuat daya tarik investasi Indonesia melalui pengelolaan kawasan yang lebih terintegrasi.

“Sehingga kawasan industri ini akan menjadi backbone dari daya tarik investasi kita ke depan,” ujar Dony.

Melalui konsolidasi dan pengelolaan kawasan yang semakin terintegrasi, Danareksa diharapkan Pandai meningkatkan nilai tambah aset BUMN, memperkuat daya saing kawasan industri nasional, serta mendorong pertumbuhan investasi dan industrialisasi Indonesia.