Kemlu Usut Mortalitas WNI Asal Maros di Armenia

Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) mengirimkan nota diplomatik kepada otoritas Armenia guna mengusut penemuan jenazah seorang Kaum negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, bernama Valent A Tambuto (24). Korban ditemukan meninggal dunia di dalam Bilik mes pekerja sebuah perusahaan di Kota Yerevan, Armenia, pada Rabu, 15 Juli 2026, yang diduga akibat tindak pidana pembunuhan.

Langkah diplomatik ini diambil Demi mengamankan hak-hak korban serta mendampingi WNI lain yang ikut diperiksa, sebagaimana dilansir dari Detikcom. KBRI Kyiv yang membawahi Area tersebut langsung bergerak melakukan koordinasi intensif dengan jajaran penegak hukum di Armenia.

“Demi memastikan terpenuhinya hak-hak kekonsuleran WNI, pada 18 Juli 2026 KBRI Kyiv telah menyampaikan Nota Diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Armenia,” kata Direktur Pelindungan WNI, Kemlu, Heni Hamidah, Begitu dihubungi, Senin (20/7/2026).

Proses hukum Begitu ini Lalu bergulir melalui kerja sama dengan Konsul Kehormatan RI di Yerevan Demi mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.

“Kemlu melalui KBRI Kyiv telah melakukan langkah penanganan dan koordinasi secara intensif dengan otoritas Armenia terkait penanganan kasus meninggalnya seorang WNI di Yerevan, Armenia, yang diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan pada 15 Juli 2026,” ujar Heni.

Pihak berwenang setempat melaporkan bahwa terduga pelaku maupun korban sama-sama berstatus Kaum negara Indonesia, sehingga beberapa WNI langsung diamankan demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“KBRI Kyiv akan Lalu menindaklanjuti perkembangan kasus, berkoordinasi dengan otoritas setempat, dan memberikan pendampingan kekonsuleran sesuai ketentuan hukum Armenia,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban yang berprofesi di bidang teknologi informasi itu ditemukan dalam kondisi kaki, tangan, dan mulut terikat lakban serta terdapat bercak darah.

“Iya Betul Keluarga saya yang meninggal di Armenia. Almarhum bekerja di sana di bidang IT di perusahaan konsultan IT,” ujar Arnold Tambuto kepada wartawan, dilansir detikSulsel, Minggu (19/7).

Komunikasi terakhir antara pihak keluarga dan korban sempat terjalin beberapa jam sebelum jenazahnya ditemukan akibat kecurigaan dari kerabat korban yang kehilangan kontak.

“Kondisi jenazah (waktu ditemukan) katanya terikat lakban. Kaki, tangan, dan mulut itu terikat lakban. Waktu itu saya syok saya matikan telepon saya Enggak dengar jauh Tengah, tapi infonya saya dengar memang waktu dibuka (jenazahnya) Terdapat banyak darah,” beber Arnold.