Kabut Asap Kanada Picu Peringatan Kualitas Udara di Amerika Perkumpulan

Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan di Kanada menyelimuti sebagian besar Daerah Amerika Perkumpulan hingga memicu peringatan kualitas udara yang Tak sehat pada Jumat (17/7/2026). Situasi darurat ini menimbulkan kekhawatiran besar karena terjadi menjelang laga final Piala Dunia di dekat New York, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Otoritas Kanada melaporkan adanya lebih dari 200 titik api yang Tak terkendali di Daerah mereka. Menanggapi krisis lingkungan lintas batas ini, Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump mengkritik tajam pemerintah Kanada atas polusi udara yang merambah ke wilayahnya.

“sama sekali Tak dapat diterima” kata Donald Trump, Presiden AS.

Trump menegaskan langkah politik yang akan segera diambilnya Buat meminta pertanggungjawaban dari negara tetangga tersebut terkait kiriman asap.

“mengetahui apa yang akan mereka lakukan” kata Donald Trump, Presiden AS.

Kecaman lebih lanjut disampaikan oleh Trump melalui platform media sosial pribadinya mengenai Akibat Tak baik polusi asap tersebut bagi Anggota Amerika Perkumpulan.

“Amerika Perkumpulan sedang diinvasi secara Tak perlu oleh udara kotor, tercemar, dan Tak sehat, yang kualitasnya berbahaya dan sama sekali Tak dapat diterima!” kata Donald Trump, Presiden AS.

Trump juga berencana melakukan komunikasi langsung dengan pimpinan pemerintahan Kanada guna membahas penanganan kebakaran hutan yang kian meluas.

“Saya akan menelepon Perdana Menteri (Kanada) hari ini Buat mengetahui apa yang akan mereka lakukan terkait hal tersebut,” kata Donald Trump, Presiden AS.

Berdasarkan data pemantau kualitas udara IQAir, Detroit menjadi kota dengan polusi tertinggi di dunia, disusul oleh Washington dan Chicago. Sementara itu, Daerah metropolitan New York dan New Jersey, tempat berlangsungnya final Piala Dunia antara Spanyol melawan Argentina pada Minggu (19/7/2026), berada pada level Tak sehat bagi Golongan sensitif. Meskipun kondisi sempat membaik dari hari Kamis (16/7/2026), Layanan Cuaca Nasional (NWS) memperingatkan kabut asap berpotensi menebal kembali.

Pihak penyelenggara turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut Lalu memantau perkembangan situasi udara di Sekeliling Letak pertandingan dengan saksama. Direktur Eksekutif satuan tugas Spesifik Piala Dunia pada Gedung Putih, Andrew Giuliani, menyatakan bahwa antisipasi Lalu dilakukan demi kelancaran laga di MetLife Stadium.

Pergerakan angin di atas Great Lakes diprediksi membawa lebih banyak asap ke timur laut Amerika Perkumpulan, tetapi intensitasnya diperkirakan mereda Begitu pertandingan berlangsung. Ahli meteorologi NWS memberikan pandangannya mengenai kondisi cuaca pada hari Penyelenggaraan final.

“Saya meyakini dampaknya Tak akan separah Kalau pertandingan dilakukan hari ini,” kata Peter Mullinax, Ahli Meteorologi NWS.

Di sisi lain, kekhawatiran mengenai pergerakan kabut asap pascabadai akhir pekan juga menjadi perhatian para Ahli lingkungan. Ahli prakiraan kualitas udara negara bagian Maryland memaparkan analisis permodelan cuaca terkini.

“Beberapa model mulai menunjukkan adanya kemungkinan asap akan terbawa turun ke Daerah kita,” kata Joel Dreesen, Ahli Prakiraan Kualitas Udara Maryland.