Ilustrasi. Dok Liputanindo.id
Jakarta: Indonesia menjadi salah satu Personil pendiri (founding member) World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Keanggotaan ini diharapkan bukan sekadar capaian diplomasi, melainkan mandat bagi ekosistem AI nasional Buat membuktikan Indonesia hadir di meja Mendunia bukan hanya pengguna teknologi, tetapi sebagai pembangun.
“Bridging the AI divide, sebagaimana ditegaskan Menko Airlangga, Bukan akan selesai di ruang perjanjian Dunia. Kesenjangan itu hanya tertutup Kalau Terdapat pelaku dalam negeri yang Betul-Betul membangun kapabilitas AI dari dalam dengan data Indonesia, konteks Indonesia, dan kepentingan Indonesia,” kata Chairman & Founder Lucidium AI, Yoyo Budianto, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 Juli 2026.
Keikutsertaan Indonesia sebagai Personil pendiri WAICO merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang ditandai dengan penandatanganan Berkas pendirian oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Shanghai, Kamis, 16 Juli 2026. Terdapat tiga catatan Lucidium AI atas keanggotaan Indonesia di WAICO.
Pertama, komitmen human-centric harus diterjemahkan ke produk Konkret. Prinsip AI yang Terjamin (safe), tepercaya (trustworthy), dan beretika (ethical) yang dibawa Indonesia ke WAICO perlu diwujudkan dalam sistem AI yang Betul-Betul digunakan institusi publik dan swasta di dalam negeri, bukan berhenti sebagai Berkas kebijakan.
Kedua, kedaulatan kognitif sama pentingnya dengan kedaulatan data. Di era ketika narasi publik dapat direkayasa lintas batas, kemampuan bangsa Buat membaca, memahami, dan merespons dinamika informasinya sendiri adalah bagian dari ketahanan nasional. Kapabilitas ini Bukan boleh sepenuhnya bergantung pada platform asing.
Ketiga, roadmap AI nasional membutuhkan use case yang teruji. Lucidium AI menyatakan kesiapan Buat berkontribusi pada penyusunan dan implementasi roadmap AI nasional yang tengah disiapkan pemerintah, khususnya pada domain analisis informasi publik, deteksi Pagi misinformasi, dan pendukung pengambilan keputusan berbasis AI, yakni area yang dikembangkan Lucidium melalui platform Future Command Centre.

Chairman & Founder Lucidium AI, Yoyo Budianto. Foto: Dok. Istimewa.
“Indonesia baru saja mendapatkan kursi di meja di mana aturan AI Mendunia akan ditulis. Apa yang kita lakukan dengan kursi itu tergantung pada apa yang kita bangun di rumah. Kedaulatan di era AI Bukan dinyatakan itu direkayasa, baris demi baris, model demi model, oleh orang-orang kita sendiri. Lucidium Terdapat Buat melakukan pekerjaan itu,” ujar Yoyo.
Lucidium AI membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan pelaku industri Buat memastikan keanggotaan Indonesia di WAICO berbuah kapabilitas Konkret di dalam negeri. Selaras dengan visi tata kelola AI Mendunia yang inklusif dan berpusat pada Insan.
Lucidium AI adalah perusahaan teknologi media intelligence Indonesia, yang membangun arsitektur data dan AI Buat membantu institusi memahami realitas publik dan mengambil keputusan dengan presisi.
