Presiden Amerika Perkumpulan (AS) Donald Trump menegaskan komitmen Washington Buat mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran, Tetapi menyatakan siap mengambil tindakan militer apabila jalur diplomasi Kagak membuahkan hasil. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (6/7/2026) di tengah situasi memanas menyusul prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pekan ini, dilansir dari Detikcom. Interaksi kedua negara tetap tegang setelah dialog Kagak langsung antara AS dan Iran berakhir pekan Lampau tanpa perkembangan signifikan.
Meskipun demikian, masa gencatan senjata selama 60 hari Ketika ini Tetap berjalan demi memberikan ruang bagi penyelesaian diplomatis pasca-aksi saling serang antara Teheran dan Washington. Gedung Putih menegaskan kembali posisi mereka bahwa Teheran sama sekali Kagak diizinkan Buat mengembangkan atau Mempunyai senjata nuklir. Donald Trump menyampaikan opsi yang dimiliki negaranya Ketika berbicara di hadapan media di Ruang Oval.
“Kita akan mencapai kesepakatan atau kita akan menyelesaikan tugas itu. Oke, dan Kagak akan sulit Buat menyelesaikan tugas itu,” kata Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.
Pemerintah AS menyatakan bahwa prioritas Istimewa mereka adalah jalur damai demi menghindari Akibat Jelek terhadap puluhan juta penduduk di negara tersebut. Trump menambahkan rincian mengenai pertimbangan kemanusiaan dalam keputusannya. “Saya lebih memilih Buat mencapai kesepakatan, karena saya Kagak Ingin memberikan Akibat kepada 91 juta orang,” ucap Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.
Selain itu, Washington mengklaim Mempunyai kesiapan penuh Buat melumpuhkan titik-titik krusial di Iran Apabila eskalasi Lanjut meningkat. Kekuatan pemukul tersebut mencakup sektor Daya dan infrastruktur Istimewa. “Kita Bisa menghancurkan jembatan-jembatan mereka dalam satu jam, kita Bisa melumpuhkan pasokan Daya mereka…
Mereka Kagak Mempunyai yang sekarang. Kita belum memberikan Doku apa pun kepada mereka,” ujar Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.
Kendati mengeluarkan ancaman keras terkait fasilitas strategis, Trump menyatakan bahwa Pusat perhatian utamanya bukanlah meruntuhkan pemerintahan yang Absah di Teheran. Pusat perhatian Istimewa AS tetap berada pada Restriksi kepemilikan senjata pemusnah massal. “Iran Kagak boleh Mempunyai senjata nuklir.
Saya Kagak mengincar pergantian rezim,” kata Trump, Presiden Amerika Perkumpulan. Pemerintah Iran segera merespons pernyataan keras yang dikeluarkan oleh pemimpin Amerika Perkumpulan tersebut. Otoritas keamanan di Teheran menilai gertakan militer dari Washington sebagai bentuk ilusi semata.
“Rakyat Iran Kagak terbiasa dengan bahasa ancaman. Jadi, bicaralah kepada rakyat Iran dengan hormat, Apabila Kagak, kami akan membalas dengan bahasa lainnya,” kata Mohammad Baqer Zolqadr, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Sikap keras dari pejabat Teheran ini muncul seiring dengan mobilisasi massal masyarakat Iran yang memadati prosesi pemakaman Khamenei. Kondisi di dalam negeri Iran menunjukkan bahwa situasi konflik Kagak melemahkan soliditas negara, melainkan memperkuat persatuan dan ketegangan politik di kawasan Timur Tengah.
