(Ilustrasi, Kopdes/Kel Merah Putih. Foto: dok Istimewa)
Jakarta: Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai sebuah inisiasi Presiden Prabowo Subianto Kepada mengatasi fluktuatif harga di pasar. Adapun, kegagalan mekanisme pasar selama ini menghambat peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.
“Kehadiran koperasi ini dapat mengatasi kelangkaan dan ketidakwajaran harga, Berkualitas bagi masyarakat yang berperan sebagai produsen maupun konsumen,” kata Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 Juli 2026.
Abdul memaparkan di sisi produsen, khususnya pada sektor pertanian, sering terjadi permainan harga oleh pihak ketiga atau tengkulak. Praktik ini menyebabkan petani jarang menikmati keuntungan optimal Ketika terjadi kenaikan harga hasil panen.
Ketika harga turun dibawah harga minimum, KDKMP akan bertindak sebagai pembeli atas seluruh komoditas hasil pertanian dan perikanan. Abdul menilai hal ini sangat Krusial Kepada memastikan petani dan nelayan Kagak mengalami kerugian.
Ia berharap Kopdes Merah Putih dapat memotong rantai distribusi yang panjang, agar petani mendapatkan harga yang lebih adil. Sedangkan di sisi konsumen, terutama Kepada komoditas kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, Abdul menekankan harga di tingkat masyarakat sering kali melonjak akibat adanya distorsi harga akibat kelangkaan barang.
“Selama ini, terkadang barang bersubsidi Tiba ke masyarakat dengan harga yang lebih tinggi. Dengan adanya koperasi ini, distorsi harga atau beban biaya lebih yang dibayar oleh masyarakat dapat berkurang,” ujar Abdul.

Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman. Foto: Dok. Istimewa.
Pembentukan Kopdes Merah Putih oleh Presiden Prabowo dinilai sebagai langkah progresif Kepada mengatasi berbagai hambatan dalam mekanisme pasar yang selama ini kurang menguntungkan masyarakat, Berkualitas di pedesaan maupun di perkotaan.
“Semangat Presiden adalah sesuatu yang mulia Kepada mengatasi hambatan mekanisme pasar,” ungkap Abdul.
Maka itu, Krusial jajaran menteri kabinet menindaklanjuti arahan kepala negara secara serius, teknokratis, sistemik dan melalui kolaborasi antarkementerian yang solid. Abdul mengatakan penataan koperasi yang Benar oleh pemerintah akan menghadirkan kelembagaan ekonomi desa yang kuat.
“Ini harus menjadi perhatian serius agar Benar-Benar berhasil memberikan manfaat Konkret bagi seluruh masyarakat,” kata Abdul.
