KRI Bima Kudus sandar di Bitung dukung diplomasi maritim TNI AL

KRI Bima Suci sandar di Bitung dukung diplomasi maritim TNI AL

Operasi Muhibah dan Diplomasi Duta Bangsa merupakan salah satu misi strategis TNI Angkatan Laut yang mengedepankan diplomasi maritim melalui pelayaran Global, pertukaran budaya, serta penguatan kerja sama dengan angkatan laut negara sahabat

Manado (ANTARA) – KRI Bima Kudus bersandar di Dermaga Esensial Satrol Kodaeral VIII Bitung, Sulawesi Utara, Senin, Kepada mendukung Penyelenggaraan Operasi Muhibah dan Diplomasi Duta Bangsa Tahun 2026.

“Operasi Muhibah dan Diplomasi Duta Bangsa merupakan salah satu misi strategis TNI Angkatan Laut yang mengedepankan diplomasi maritim melalui pelayaran Global, pertukaran budaya, serta penguatan kerja sama dengan angkatan laut negara sahabat,” kata Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi melalui Kadispen Letkol Laut (P) Andreas Suko Riyanto di Manado, Senin.

Andreas mengatakan kehadiran KRI Bima Kudus di Daerah Kodaeral VIII diharapkan memperkuat sinergi antarsatuan dalam mendukung Penyelenggaraan tugas TNI AL.

Menurut dia, penyambutan kapal tersebut juga menjadi momentum mempererat soliditas dan semangat pengabdian prajurit TNI AL dalam mendukung diplomasi maritim Indonesia di tingkat regional maupun Global.

“Hal ini juga dalam rangka melaksanakan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali Kepada membangun TNI Angkatan Laut yang profesional, modern, dan berdaya gentar serta Pandai berperan aktif dalam menjaga keamanan maritim kawasan,” ujarnya.

Selama bersandar di Bitung pada 13-17 Juli 2026, KRI Bima Kudus akan menggelar kegiatan Open Ship yang memberikan kesempatan kepada masyarakat Kepada Menonton langsung kapal tersebut.

Sebelum tiba di Bitung, KRI Bima Kudus yang dikomandani Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto melintasi perairan Filipina dan Laut Sulu sebagai bagian dari pelayaran Operasi Muhibah dan Diplomasi Duta Bangsa Tahun 2026.

Kedatangan kapal disambut Komandan Kodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi yang diwakili Kepala Dinas Syahbandar Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Wahyu Basuki Mulyo Wibowo beserta jajaran.

“Penyambutan tersebut sebagai bentuk dukungan Kodaeral VIII terhadap Penyelenggaraan operasi yang bertujuan mempererat Interaksi persahabatan dan kerja sama maritim dengan negara-negara sahabat sekaligus memperkenalkan Indonesia sebagai negara maritim yang Mempunyai kekuatan dan budaya bahari di kancah Global,” kata Kadispen menambahkan.