Ringkasan Informasi:
- Penentuan Ketua PPP Bondowoso Lagi dalam tahap pembahasan tim formatur.
- Sejumlah nama mulai menguat dan memaparkan arah perjuangan partai ke depan.
- Konsolidasi internal hingga modernisasi partai menjadi Konsentrasi Primer para kandidat.
- Keputusan final kepengurusan tetap menunggu penetapan DPW dan DPP PPP.
Bondowoso (Liputanindo.id) – Dinamika penentuan Ketua Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Bondowoso mulai menghangat.
Sejumlah nama yang masuk bursa calon ketua mulai menyampaikan pandangan dan arah perjuangan partai apabila nantinya dipercaya memimpin PPP Bondowoso.
Begitu ini, proses penentuan kepengurusan Lagi berada dalam tahap pembahasan oleh tim formatur hasil Musyawarah Cabang (Muscab) X PPP Bondowoso yang sebelumnya digelar di Hotel Palm.
Nama-nama calon pengurus nantinya akan dibawa ke tingkat Dewan Pimpinan Area (DPW) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kepada mendapatkan keputusan final.
Beberapa nama yang disebut menguat dalam bursa Ketua DPC PPP Bondowoso antara lain Ahmadi, Barri Sahlawi Zain, dan Syaiful Bahri Husnan. Ketiganya diketahui merupakan Member DPRD Kabupaten Bondowoso.
Ahmadi yang juga menjabat Ketua Tim Formatur Muscab PPP Bondowoso mengatakan seluruh komposisi kepengurusan Lagi dalam tahap pembahasan internal.
Menurutnya, keputusan akhir tetap berada di tangan DPP dengan mempertimbangkan arahan ulama dan masyayikh.
“PPP ini partai berbasis kultur. Maka prosesnya juga tetap menunggu petunjuk para ulama dan masyayikh,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Sebagai salah satu kandidat ketua, Ahmadi menilai siapapun yang nantinya dipercaya memimpin PPP Bondowoso harus Konsentrasi memperkuat konsolidasi internal mulai tingkat DPC, PAC hingga ranting.
Selain itu, partai juga harus mempersiapkan tahapan administratif dan Pembuktian faktual sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik mendatang.
Sementara itu, Barri Sahlawi Zain menilai pengurus baru nantinya harus memperkuat koordinasi partai hingga tingkat Rendah agar struktur ranting kembali aktif.
Ia berharap semangat kader di akar rumput Dapat kembali tumbuh sehingga PPP Bisa meningkatkan kekuatan politiknya pada Pemilu mendatang.
Selain itu, Sahlawi juga menilai kepengurusan baru harus menjadi wadah rekonsiliasi seluruh kekuatan internal partai.
“Kalau Begitu ini tujuh kursi, ke depan minimal harus Dapat menjadi sepuluh kursi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya memadukan kekuatan kultur religius PPP dengan strategi elektabilitas yang lebih konkret melalui kerja langsung di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Syaiful Bahri Husnan atau Mas Syef menilai PPP membutuhkan lompatan besar agar tetap Bisa Bertanding di tengah perubahan peta politik.
Menurutnya, banyak partai mulai masuk ke basis pemilih tradisional PPP sehingga partai berlambang Ka’bah tersebut harus Bisa beradaptasi.
Ia mendorong PPP Tak hanya mempertahankan kekuatan kultur, tetapi juga bergerak menjadi partai yang lebih modern dan Bisa menjangkau pemilih muda.
“PPP Tak Dapat bergerak Lazim-Lazim saja. Harus Terdapat gerakan yang lebih masif dan terukur agar keberadaan partai semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Meski dinamika internal Lanjut berkembang, seluruh pihak menyatakan komitmen menjaga soliditas partai dan siap menerima keputusan yang nantinya ditetapkan DPP.
PPP Bondowoso diharapkan Tak hanya Bisa memperkuat posisinya sebagai partai berbasis kultur religius, tetapi juga semakin adaptif terhadap modernisasi politik di masa depan. [awi/beq]
