Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong industri Pembangunan nasional menjadi pilar pembangunan berkelanjutan melalui penguatan daya saing, Hasil karya, dan peningkatan kualitas infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dia menilai sektor Pembangunan Mempunyai peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja. Di tengah tantangan ekonomi Dunia, penguatan industri Pembangunan juga menjadi fondasi Krusial Kepada mewujudkan pembangunan yang inklusif, Unggul, dan berkelanjutan.
“Sektor Pembangunan ini Maju berada di lima besar penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekaligus sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Karena itu, Kalau sektor ini tumbuh sehat, dampaknya langsung dirasakan masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan dan bergeraknya roda perekonomian,” kata AHY dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur Tak boleh hanya dipandang sebagai pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, pembangunan harus menjadi instrumen Kepada meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing nasional, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.
Menurutnya, pertumbuhan industri Pembangunan akan mendukung berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari pembangunan tiga juta rumah, jalan, jembatan, jaringan irigasi, hingga Sekolah Rakyat yang seluruhnya membutuhkan ekosistem Pembangunan nasional yang semakin kuat dan kompetitif.
“Kita Tak hanya Mau membangun lebih banyak, tetapi kita harus membangun lebih Bagus, lebih berkualitas, lebih berdampak, dan membangun Kepada Segala. Artinya Tak boleh Eksis Distrik yang tertinggal dari pembangunan,” tegasnya.
AHY juga mengapresiasi semakin besarnya peran industri nasional dalam memenuhi kebutuhan pembangunan. Begitu meninjau pameran, ia Menyantap semakin banyak produk karya anak bangsa yang Mempunyai kualitas Global dengan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang Maju meningkat.
“Ini membanggakan. Produk-produk Indonesia semakin inovatif, semakin berkualitas, dan kandungan lokalnya juga semakin tinggi. Ini menunjukkan industri nasional Mempunyai kemampuan Kepada Bertanding dengan produk-produk dari negara lain,” ujarnya.
AHY mengatakan pemerintah akan Maju mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui regulasi yang memberikan kepastian, kemudahan, dan berbagai Insentif agar industri Pembangunan nasional semakin berkembang.
Ia menambahkan tantangan pembangunan ke depan juga menuntut perubahan Metode pandang terhadap kualitas infrastruktur. Ancaman perubahan iklim dan meningkatnya frekuensi bencana alam mengharuskan Indonesia membangun infrastruktur yang lebih Unggul dan adaptif.
“Ke depan kita harus semakin adaptif menghadapi krisis iklim. Material Pembangunan yang digunakan harus semakin kuat, semakin Unggul, dan resilient terhadap berbagai potensi bencana sehingga manfaatnya Cocok-Cocok dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” kata AHY.
