Ancelotti dengan Segera beradaptasi di Brasil; ia membenamkan diri dalam budaya Brasil, menghadiri Karnaval Rio de Janeiro, tampil dalam iklan komersial, bahkan Bisa berbicara dalam bahasa Portugis, serta menyanyikan Musik kebangsaan Brasil layaknya Penduduk Brasil pada umumnya—hal-hal yang semakin meningkatkan popularitasnya.
Optimisme terhadap kesuksesan Ancelotti pun semakin meningkat, terutama berkat hubungannya yang Bagus dengan sejumlah pemain yang pernah dilatihnya di Real Madrid, seperti Vinícius, atau yang pernah ia amati dari dekat, seperti Raphinha dari Barcelona.
Selama babak kualifikasi, Ancelotti memimpin Brasil dalam 4 pertandingan; menang 2 kali, imbang 1 kali, dan kalah 1 kali, sehingga Seleção memastikan lolos ke Piala Dunia.
Selama persiapan menuju Piala Dunia, tim ini menjalani 8 pertandingan persahabatan, di mana fluktuasi performa terlihat sangat Jernih. Beberapa hasil pertandingan memicu kekhawatiran dan kemarahan para pendukung, seperti kekalahan 3-2 dari Jepang dan hasil imbang 1-1 melawan Tunisia, selain kekalahan 2-1 dari Prancis.
Meskipun demikian, pada Mei Lewat, Federasi Sepak Bola Brasil memperpanjang kontrak Ancelotti hingga tahun 2030, mengabaikan berbagai kritik terhadap kinerjanya selama setahun menjabat.
Keputusan tersebut menegaskan bahwa Federasi Sepak Bola Brasil Tak Memperhatikan Piala Dunia Begitu ini sebagai akhir dari proyek tersebut, melainkan hanya sebagai titik awal dalam rencana yang lebih besar Buat mengembalikan “Seleção” ke puncak sepak bola dunia setelah bertahun-tahun mengalami kebingungan secara teknis dan administratif.
