Ilustrasi trader. Foto: Unsplash/M.
Bandung: Akses literasi trading emas yang praktis dan aplikatif makin diperluas. Langkah ini dipandang Krusial Demi mengurangi ketergantungan trader retail, terhadap ketergantungan rekomendasi Segera yang dibuat algoritma Mekanis tanpa analisa.
“Melalui edukasi yang praktis, komunitas yang aktif, kami Ingin membantu lebih banyak trader berkembang dan Bisa mengambil keputusan trading secara Berdikari,” ujar Market Analyst QuickPro, Rendy Saputra, dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa, 7 Juli 2026.
Hal itu disampaikan Rendy Ketika menggelar edukasi tatap muka bertajuk QuickPro Meet Up Bandung 2026 di Menara Asia Afrika, Bandung. Acara ini merespons fenomena pergeseran perilaku trader modern di Indonesia yang mulai beralih dari sekadar pengikut rekomendasi menjadi analis Berdikari.
Rendy mengatakan kesadaran Demi memahami momentum pergerakan harga dan pengelolaan risiko kian meningkat. Khususnya di tengah kondisi pasar yang Elastis.
“Tujuan Istimewa acara ini bukan sekadar mengajarkan strategi trading dengan mudah, tetapi membantu trader emas memahami Langkah berpikir dalam membaca Kesempatan market emas secara lebih terukur,” kata Rendy.

QuickPro Meet Up Bandung 2026 di Menara Asia Afrika, Bandung. Foto: Dok. Istimewa.
Dalam pertemuan ini, para peserta dibekali dengan strategi Spider Scalper yang dirancang Tertentu Demi menangkap Kesempatan entry terukur pada pasar emas dan forex. Selain teori, QuickPro juga menggelar sesi live trade dan bedah pasar secara langsung guna memberikan pengalaman Konkret bagi para pelaku pasar.
Agenda ini turut dihadiri oleh Ketua BAKTI sekaligus Dewan Penasehat Aspebtindo, Kadjatni, yang memberikan pandangan mengenai perkembangan industri perdagangan berjangka nasional. Pihak manajemen menegaskan keberadaan ekosistem digital dan komunitas yang aktif menjadi kunci keberlanjutan bagi pertumbuhan trader lokal.
“QuickPro Ketika ini dikenal bukan hanya sebagai broker dan platform trading, tetapi sebagai tempat belajar favoritnya trader emas Indonesia,” kata Rendy.
