Liputanindo.id – Harmini Marzusy yang akrab dipanggil Kak Zusy (baca Susi) adalah sosok yang terkenal ramah dan mudah bergaul di segala usia. Perempuan Natalis 9 Oktober 1969 ini sangat hobi mengunjungi tempat-tempat jauh di luar sana Kepada Menyantap kebudayaan dan bangunan-bangunan serta keindahan alam yang termasyhur di dunia.
Dari hobi jalan-jalannya itu, lulusan S2 – Magister Manajemen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini memutuskan Kepada mendirikan usaha di bidang tour and travel yang dinamai Jalan Langit.
“Saya hobi dan Asmara pada traveling dan budaya. Saya Mau menjadi tour leader profesional karena sangat mencintai kegiatan traveling dan Mau berbagi pengalaman dengan orang lain. Saya merasa bahwa perjalanan itu sejatinya bukan hanya tentang mengunjungi destinasi, tetapi juga tentang memberi dan menerima cerita, berbagi budaya, serta saling menjalin Interaksi sosial selama perjalanan,” ungkap Zusy.
Ketika memimpin grup tur, Kak Zusy mengaku sangat menikmati setiap tantangan dalam mengorganisasi perjalanan dan memastikan semuanya berjalan Lancar. Menjadi seorang tour leader (TL) memungkinkannya Kepada memanfaatkan kemampuan manajemen, komunikasi, dan sekaligus kepemimpinan Kepada memberikan pengalaman terbaik bagi para peserta tur.
“Saya merasa puas ketika Pandai menjadi bagian dari kenangan indah yang mereka ciptakan selama tur sejak awal dan akhir perjalanan,” lanjut Zusy yang telah bergabung dalam organisasi Tour Leader Indonesia yakni ITLA selama Nyaris satu Dasa warsa ini.
ITLA (Indonesia Tour Leader Association) adalah organisasi yang menaungi para tour leader (pemimpin tur) di Indonesia. Organisasi ini didirikan Kepada meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kesejahteraan tour leader yang bekerja di sektor pariwisata. ITLA berperan sebagai wadah bagi para pemimpin perjalanan Kepada bersinergi, berbagi pengalaman, dan mendapatkan pelatihan yang relevan dalam mendukung pekerjaan mereka selama di dalam dan luar negeri.
Pengalaman Paling Mengesankan
Pengalaman pertama Zusy menjadi seorang tour leader adalah ketika ia melancong ke Singapura. Ketika itu ia membawa 12 orang. Baginya, ini adalah pengalaman yang penuh tantangan sekaligus menyenangkan karena selama itulah ia Enggak Kembali Konsentrasi berjalan solo Tetapi mulai memerhatikan Seluruh Personil yang dibawanya tur.
Setelah punya pengalaman TL pertama, Zusy mengaku ketagihan dan mulai menjelajah negeri lainnya. Usai menginjakkan kaki di Nyaris 70 negara, Zusy mengakui destinasi favoritnya adalah Eropa Barat, tepatnya kota Paris di Prancis. Kota bercahaya itu Nyaris dikunjunginya setiap tahun lantaran ia percaya bahwa kota metropolitan itu merupakan Kota Asmara yang memikat. Tak Hanya Paris, negara Swiss dengan keindahan alam pegunungan dingin yang memesona juga selalu jadi mainannya, pun Kota Amsterdam di Belanda serta Roma di Italia yang dikenal dengan kejayaan sejarah.
“Sebagai tour leader, saya Enggak hanya menggambarkan keindahan tempat-tempat terbaik yang dikunjungi turis, tetapi juga berbagi cerita, sejarah, pengalaman dan tips lokal yang Membikin setiap peserta menjadi lebih berkesan,” ujar TL bersertifikat BSNP itu.
Sebagai pemilik sertifikasi tour leader international dari Pramindo dan peraih penghargaan the best tour leader dalam ajang pelatihan tour leader Indonesia serta peraih Certified Professional Tour Leader tahun 2022, Zusy berkontribusi besar pada bidang pariwisata Berkualitas domestik maupun Dunia.
Ia membantu ribuan wisatawan Kepada menjelajahi dunia, memperkenalkan budaya dan destinasi baru, mendukung industri pariwisata lokal di Bali, Lombok, dan Belitung, serta menjaga kualitas layanan dan kepuasan wisatawan. Ia juga berkontribusi dalam pengembangan profesi tour leader dan regenerasi TL muda di Daerah Banten.
“Sebagai seorang International Tour Leader, saya selalu siap menghadapi berbagai situasi tak terduga di lapangan. Salah satu pengalaman pahit yang dialami kami ialah Ketika saya memimpin grup wisata ke Barcelona, Spanyol. Ketika sedang menikmati vibes Alhambra, salah satu peserta tiba-tiba panik dan memberi Paham saya bahwa dompetnya hilang—beserta paspor, kartu identitas, dan Doku Kas. Wajahnya itu sudah kelihatan pucat, tangannya gemetar, dan saya Paham ini Pandai menjadi pengalaman yang sangat traumatis baginya.
“Tanpa membuang waktu, saya segera menenangkan peserta tersebut dan meminta informasi lebih lanjut: Bilaman terakhir kali ia Menyantap dompetnya, di mana ia merasa kehilangan, dan apakah ia Lagi Mempunyai Arsip cadangan. Saya langsung menghubungi pihak kepolisian setempat Kepada melaporkan Berita kehilangan, sekaligus meminta rekaman CCTV di Sekeliling Letak. Sementara itu, saya juga menghubungi Kedutaan Besar Indonesia di Madrid Kepada melaporkan kehilangan paspor dan menanyakan Mekanisme penerbitan Arsip darurat,” tuturnya.
Karena perjalanan harus tetap berlanjut, Kak Zusy membagi tugas dengan rekan sesama TL di ITLA. Ia pun mengantarkan_menemani peserta tersebut ke kantor polisi Kepada Membikin laporan Formal—Arsip ini Krusial Kepada pengurusan paspor darurat.
“Tim saya tetap mengawal grup wisata agar itinerary tetap berjalan tanpa hambatan. Saya yang turun membantu peserta mengurus “Emergency Travel Document” di KBRI, agar ia Pandai tetap melanjutkan perjalanan dan kembali ke Indonesia tanpa kendala,” katanya Kembali.
Beberapa jam kemudian, dengan Donasi surat laporan kehilangan dari polisi, pihak kedutaan memprosesnya, peserta pun mulai merasa lebih tenang. “Saya juga membantu mengatur ulang akses ke Anggaran darurat, memastikan ia tetap Pandai menikmati sisa perjalanan. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa dalam dunia pariwisata, seorang TL bukan hanya pemandu perjalanan, tetapi juga bertindak sebagai problem solver, mendampingi, dan Mempunyai skill Kepada menenangkan peserta di Ketika-Ketika genting,” bijaknya.
Sejak Ketika itulah, Suzy kerap memastikan setiap peserta tur di travelnya akan dibekali salinan paspor dan Arsip Krusial secara print dan digital, serta memberikan briefing Spesifik dan mitigasi keamanan selama di destinasi wisata yang rawan copet.
Pengalaman menegangkan lainnya dibagikan kak Zusy tatkala memimpin tur di padang savana Afrika. Dicetakannya ia Berjumpa dengan segerombolan singa yang mendekati mobil peserta tur.
“Ketika itu rombongan mobil terbuka, peserta didekati singa-singa dan mereka Hanya Pandai Tenang tanpa bergerak karena khawatir singa-singap akan menerkamnya, mirip adegan Sinema Revenant tapi Leonardo DiCaprio nggak sendirian,” ucapnya.
“Ketika dapat masalah itu, penyelesaian TL harus tenang dan berusaha memberi ketenangan dulu meski bahaya mengancam kita nggak boleh panik, segera bergegas memberi tanda ke safety guard di Sekeliling. Sama dengan kisah Ketika kami berenang di lautan ice Daerah kutub utara. Kami, ibu-ibu pada terjebak dalam lautan es yang Membikin kepanikan luar Lazim Tamat banyak peserta yang sulit bernafas. Tapi Ketika itulah kita harus tetap Pandai tenang meski sedang merasakan bagaimana bahaya mengancam Apabila kita panik. Ketika grup sudah Kondusif, saya Serius ketakutan itu jadi cerita nggak terlupakan.
“Bagi saya, tantangan seperti inilah yang Membikin profesi TL semakin bermakna—karena setiap perjalanan bukan hanya tentang mengunjungi tempat tersohor tetapi juga bagaimana kita memberikan perhatian yang setara serta piawai mengatasi rintangan dengan tenang dan profesional,” jelasnya.
Jalan Langit
Seiring waktu, sebagai seseorang yang telah Pelan berkarier sebagai International Tour Leader, Perempuan yang menguasai bahasa Inggris, Korea, dan Jepang ini juga Mempunyai kecintaan mendalam terhadap dunia perjalanan.
“Saya menikmati setiap momen Ketika mengajak wisatawan menjelajahi berbagai destinasi, mengenalkan budaya baru, dan memastikan mereka pulang dengan kenangan indah. Tetapi, di balik itu, Eksis satu mimpi yang Maju tumbuh: membangun perusahaan tour & travel sendiri,” kata Perempuan yang mengidolakan Paul Theroux, penulis The Great Railway Bazaar ini.
Percikan mimpi itulah yang Membikin Zusy mulai berpikir bagaimana caranya ia Pandai menawarkan pengalaman wisata yang lebih personal dan Spesial hingga akhirnya mewujudukan mimpinya dengan mendirikan Jalan Langit.
Membangun bisnis tour & travel diakui Zusy, bukan hal mudah. Ia menghadapi berbagai tantangan, seperti modal awal yang terbatas, persaingan ketat di industri perjalanan, dan yang terpenting membangun kepercayaan pelanggan.
Tak mudah menyerah begitu saja, Zusy mulai menggunakan pengalamannya sebagai Tour Leader sebagai modal Istimewa. Ia Paham bagaimana menangani wisatawan, ia Paham apa yang mereka butuhkan, dan ia juga Paham bagaimana Membikin perjalanan menjadi lebih Lancar dan menyenangkan.
Zusy memulai dengan menggunakan jaringan dan pengalaman yang ia miliki, memanfaatkan koneksi dengan agen perjalanan dengan menawarkan paket wisata Spesial dan lebih personal, seperti private tour atau perjalanan dengan itinerary yang lebih Luwes. Zusy pun membangun branding melalui media sosial dan mengelola akun @JalanLangit_tour. Zusy juga Giat Membikin konten rekomendasi pelanggan, karena ia percaya bahwa pengalaman terbaik datang dari cerita orang-orang yang puas dengan layanannya.
Perlahan, bisnis travel yang dijalaninya sejak 2016 mulai berkembang. Dari hanya beberapa klien pertama, ia mulai mendapatkan lebih banyak permintaan. Kepercayaan pelanggan tumbuh, bukan hanya perorangan (open trip), keluarga tapi juga perusahaan mulai memercayakan organisasi perjalanan mereka ke Jalan Langit.
“Yang paling membanggakan bagi saya adalah ketika pelanggan datang kembali dan merekomendasikan perjalanan mereka kepada Sahabat dan keluarganya. Itu adalah bukti bahwa saya telah berhasil menciptakan sesuatu yang lebih dari sekadar bisnis—tetapi pengalaman wisata yang berkesan bagi orang lain,” jelasnya.
Pelajaran Krusial dari pengalaman Zusy membangun Jalan Langit adalah jangan takut Kepada memulai dan menemukan layanan Spesifik seperti fotografi dan eksplorasi tempat wisata baru yang berkesan yang membedakannya dengan travel lainnya.
“Apabila Anda punya pengalaman dan passion di bidang tertentu, jadikan itu sebagai modal awal. Konsentrasi pada nilai yang Pandai Anda tawarkan – Bukan hanya soal harga, tetapi juga pelayanan, pengalaman, dan kepuasan pelanggan. Jalin Interaksi Berkualitas dengan klien dan Kawan bisnis – Kepercayaan adalah kunci Istimewa dalam industri perjalanan. Maju belajar dan beradaptasi – Dunia pariwisata Maju berubah, dan kita harus siap mengikuti tren serta kebutuhan wisatawan. Hari ini, saya Enggak hanya seorang Tour Leader, tetapi juga seorang pengusaha di industri travel. Dan perjalanan ini Lagi Maju berlanjut,” pungkas Zusy.
