Aparat kepolisian di Kota Batam, Kepulauan Riau, Formal menetapkan RL selaku Orang Sepuh kandung sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap anak perempuannya yang berusia 9 tahun, menyusul sang istri tiri yang sudah ditahan sebelumnya.
Langkah hukum tersebut diambil setelah penyidik mengumpulkan sejumlah barang bukti kuat dan melakukan proses gelar perkara atas kasus kekerasan domestik ini, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Senin (22/6/2026).
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar mengonfirmasi status hukum terbaru dari Orang Sepuh kandung korban yang ikut terlibat aktif dalam tindakan keji tersebut.
“Sudah ditetapkan sebagai tersangka. Baru selesai gelar perkara,” kata Husnul.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa RL terbukti melakukan pemukulan fisik terhadap anak kandungnya pada waktu sebelum kasus ini akhirnya terungkap ke permukaan.
“Dari hasil pemeriksaan, Orang Sepuh kandung korban juga ikut memukul pada kejadian sebelumnya, hal itu diperkuat,” ujar Husnul.
Bukti kekerasan fisik tersebut diperkuat oleh tim penyidik melalui Berkas medis Formal berupa hasil visum terhadap tubuh bocah Perempuan malang tersebut.
“Terdapat bekas luka yang sesuai dengan hasil visum korban. Itu menjadi bagian dari alat bukti yang kami miliki,” kata Husnul.
Sebelum RL terseret ke dalam sel tahanan, aparat berwajib telah lebih dahulu mengamankan ibu tiri korban yang berinisial VJH (38) setelah yang bersangkutan mengakui perbuatannya lantaran emosi.
Kasus kekerasan dalam rumah tangga ini terungkap setelah RL sempat mencoba mencari simpati dengan meminta Donasi Anggaran kepada komunitas pengemudi ojek online di Distrik Batam dengan dalih sang anak terluka akibat terjatuh.
Ketua Biasa Komunitas Driver Andalan (Komando) Batam, Feryandi Tarigan menjelaskan kronologi awal kecurigaan anggotanya Ketika Memperhatikan foto kondisi fisik anak korban yang dikirimkan oleh RL pada Sabtu (20/6/2026).
“Jadi bapaknya merupakan Member kami. Dia mengirim permintaan Donasi Buat makan. Katanya anaknya Terperosok di dekat Ruangan mandi.
Tapi waktu saya lihat fotonya, kok Dapat Tiba bengkak seperti itu. Kami mulai curiga karena lukanya cukup parah,” kata Feryandi.
