Pemerintah buat pertanian modern Papua Selatan sejajar Jepang-AS

Pemerintah buat pertanian modern Papua Selatan sejajar Jepang-AS

Merauke, Papua Selatan (ANTARA) – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengembangkan pertanian modern di Kabupaten Merauke, Papua Selatan hingga sejajar dengan Jepang dan Amerika Perkumpulan melalui mekanisasi serta penguasaan teknologi Demi memperkuat swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

“Teknologi yang digunakan Merauke, Papua Selatan itu sejajar dengan Jepang, yang digunakan di Amerika dan negara-negara lain,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Ketika memimpin Penyelenggaraan program cetak sawah dan optimalisasi lahan seluas 137 ribu hektare di Kampung Waninggap Kai, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu.

Mentan menegaskan hal itu usai Menyantap langsung anak muda Merauke mengoperasikan drone dan berbagai alat mesin pertanian (alsintan) modern. Ini menjadi bukti pertanian di Merauke, telah sejajar dengan praktik pertanian di negara-negara maju.

Penguasaan teknologi oleh generasi muda Papua tersebut menjadi fondasi Krusial dalam percepatan swasembada pangan nasional sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

Amran mengaku bangga Menyantap generasi muda Merauke Bisa menguasai teknologi pertanian yang selama ini identik digunakan di negara-negara maju.

“Inilah tujuan kita, transfer teknologi kepada putra-putri terbaik daerah ini,” kata Amran.

Menurutnya, keberhasilan penguasaan teknologi tersebut membuktikan pertanian modern di Merauke kini telah sejajar dengan negara-negara maju.

Mentan mengatakan mekanisasi menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian di Papua Selatan. Petani kini Enggak Tengah bergantung pada Metode-Metode konvensional karena seluruh tahapan budidaya mulai dari tanam hingga panen dilakukan menggunakan teknologi modern.

“Makanya, mereka menggunakan drone, tanam menggunakan rice transplanter, menggunakan combine harvester, itu luar Lumrah,” katanya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbincang dengan petani Ketika meninjau dan memimpin pengembangan program cetak sawah serta optimalisasi lahan di Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026). ANTARA/Harianto

Mentan mengungkapkan kunjungannya ke Merauke menjadi momen yang sangat berkesan setelah menjalani agenda kenegaraan yang padat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan luar negeri.

“Tapi hari ini lelah saya terbayar karena mendengar Informasi Bagus dari para putra daerah berhasil,” ucapnya.

Menurut Amran, penerapan teknologi modern telah memberikan Akibat Konkret terhadap peningkatan intensitas tanam maupun produktivitas pertanian di Merauke.

“Alat yang digunakan dan tadi peningkatan indeks pertanaman (IP), ini kini bukan basa-basi. Tadi yang berbicara mereka. IP itu tingkat nasional Sekeliling 1,6 Tiba 1,7. Di Merauke itu sudah IP 2, artinya dua kali tanam per tahun. Kalau Bisa tiga kali,” pinta Mentan.

Selain frekuensi tanam yang meningkat, produktivitas padi juga Lalu mengalami kenaikan. Kalau sebelumnya hasil panen hanya Sekeliling tiga ton gabah per hektare, kini banyak petani telah Bisa menghasilkan empat hingga tujuh ton per hektare.

“Dulu produksinya tiga ton, sekarang sudah Terdapat empat ton, lima ton, Terdapat enam ton, Terdapat tujuh ton. Ini Demi Seluruh rakyat, Demi kesejahteraan masyarakat kita. Pendapatannya naik. Tadi Pak Bupati sampaikan Tiba 300 persen. Ini luar Lumrah,” ujarnya

Mentan menegaskan seluruh alat dan mesin pertanian yang disalurkan pemerintah merupakan aset yang diperuntukkan bagi masyarakat Papua agar Bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Seluruh peralatan ini adalah Demi masyarakat yang Terdapat di sini,” katanya pula.

Bahkan, Ketika berada di Letak, Mentan mencoba langsung mengoperasikan traktor modern Berbarengan operator lokal. Ia mengaku terkesan Menyantap kemampuan para operator muda Papua yang telah menguasai teknologi tersebut.

Ia juga mengungkapkan rasa bangganya ketika Menyantap para operator pertanian modern telah menikmati peningkatan kesejahteraan berkat profesi yang mereka jalani.

“Yang menarik adalah, saya buka tasnya, Terdapat HP. Itu kayak iPhone. Artinya kesejahteraan mereka meningkat karena menguasai teknologi,” ucap Amran

Ke depan, Kementerian Pertanian akan Lalu memperkuat pendampingan di Merauke agar seluruh proses budidaya dilakukan dengan teknologi modern, mulai dari pembibitan hingga pascapanen menggunakan mesin pengering gabah.

Transformasi pertanian modern tersebut berjalan seiring dengan besarnya pengembangan kawasan pangan di Tanah Papua.

Hingga 2026 pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan, dengan Papua Selatan menjadi pusat pengembangan terbesar melalui 48.934 hektare cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan.

Program tersebut juga telah mendorong peningkatan indeks pertanaman dari 1,05 menjadi Sekeliling 1,82–2,00, disertai kenaikan produktivitas, luas panen, produksi beras, serta pendapatan petani yang dilaporkan meningkat hingga 300 persen.